22

Fenomena BlackBerry, antara gaya hidup dan (atau) kebutuhan :)

BlackBerry yang fenomenal, yup sepertinya kalimat itu cocok menggambarkan kondisi pasar handphone di Indonesia. Seperti kita tau bahwa, 1-2 tahun belakangan  ini demam BlackBerry (BB) benar-benar melanda Indonesia, terutama di kota-kota besar. Padahal layanan BlackBerry di Indonesia sendiri itu sudah ada sejak tahun 2005 tersedia di sini. Saat itu hanya Indosat sebagai operator tunggal yang menawarkan layanan Blackberry Internet Service (BIS).
(ref : marketwire.com)

Dulu, saat saya masih fans berat handphone keluaran Siemens ( dan saat Siemens masih jaya tentunya :hammer: ), saya sempat bingung melihat spek. dari Siemens SK65 (2005) karena memiliki fasilitas Push-Email based on BlackBerry Built-In technology from RIM. Apa maksudnya…!? :matabelo: jaman segitu, baca spek begituan! :nohope: Model dari Siemens SK65 pun terkesan bisnis banget! Sempet naksir sama model hape satu itu, tp tetap akhirnya belum pernah menyentuhnya sampai sekarang. :)

Dan menurut saya, demamnya BB juga sedikit banyak disebabkan karena menjamurnya jejaring sosial seperti facebook atau twitter. Dengan koneksi internet yang siaga 24 jam, pasti update status dan berkomunikasi via internet jadi jauh lebih mudah. Apalagi dengan adanya pandangan masyarakat yang memandang prestis kalau bisa update status dari gadget tertentu. Karena ada juga beberapa dari teman/kenalan saya yang memang sepertinya terobsesi kalau bisa menampilkan “update via xxx” … :) *no offense ya fren… :peace:

Nah, orang-orang macam ini yang kadang membuat saya berpikir, apakah mereka memang perlu fasilitas “push e-mail” yang merupakan faktor keunggulan dari BB? Karena dari puluhan kerabat yang saya (benar-benar) kenal yang menggunakan BB, mungkin tidak sampai sepertiganya yang memang menggunakan BB karena tuntutan kebutuhan. Sejauh ini orang-orang yang saya anggap menggunakan fasilitas BB secara maksimal adalah : orang-orang yang kerjanya mobile tapi mengharuskan cek email setiap saat, orang yang trading saham/valas secara online (dan mobile tentunya). Lagi-lagi ini pandangan saya lho ya, maaf kalau salah…. :)

Sementara sampai saat ini, kebanyakan memang bukan karena kebutuhan, tapi ya karena gaya hidup. Rajin banget dan secara teratur mengupdate status dari akun jejaring sosialnya. Bahkan sepertinya mereka memiliki komunitas tersendiri. Mungkin sudah puluhan kali saya ditanya PIN BBM (BlackBerry Messenger). :hammer: Maaf, saya belum tertarik… :) Sejauh ini sih saya belum butuh push-email. Lha tiap hari juga kerja di depan komputer. Saya juga belum berminat membuka email pekerjaan di luar area kantor. ^^ Di samping saya juga sudah mengeluarkan uang bulanan untuk layanan internet broadband di kos. Kalau memang sedang butuh online secara mobile, saya masih lebih pilih koneksi GPRS saja. ;)

:: Oleh-oleh cerita lucu dari Jogja… :)) ::

Ada sedikit cerita lucu tentang BB dan penggunanya. Kejadian ini aseli tanpa rekayasa terjadi di depan mata saya. :peace: Sewaktu libur lebaran kemarin, saya sempat mengantar kakak ke Galery Indosat Yogyakarta, di daerah Kotabaru tepatnya. Karena yang punya butuh kan kakak saya, jadi saya hanya duduk menunggu saja. … Continue Reading

16

Roro Jonggrang Project – akhirnya kelaaar!

Fiuh…. akhirnya, sebuah proyek kecil-kecilan bikin video buat urusan kantor yang kami sebut proyek Roro Jonggrang kelar juga! Kenapa kami menyebutnya Proyek Roro Jonggrang?

Yah, tentu ada filosofinya dong…, apa itu? Apa lagi kalau bukan karena deadline yang amat sangat mepet!  (baca : sehari semalam) layaknya si Roro Jonggrang yang meminta Bandung Bondowoso untuk membangun seribu candi dalam semalam….  :))
*FYI, di kantor saya istilah Proyek Roro Jonggrang terbilang cukup populer :hammer:

Beberapa hari sebelum libur lebaran beberapa orang dipilih untuk didapuk untuk membuat video tentang R&D Software Team (tim tempat saya bekerja), ya bisa dibilang video semacam company profile gitu lah. Jreng… jreng… jreng… Perkenalkan partner saya adalah si Zakiyah.

Awalnya deadline yang diberi adalah Sabtu, 18 September 2010. Dengan perkiraan masuk setelah libur adalah tanggal 15 Sept., berarti masih ada waktu sekitar 3 hari. Dan seperti biasa, sebelum libur lebaran, pikiran sudah gak konsen, melayang-layang entah ke mana. :peace:

Sooo, beberapa hari sebelum libur itu kita belum mempersiapkan apa2, hanya sebatas bahas2 konsep secara kasar, nyari lagu background aja gak ketemu2… :nohope:

Nah, setelah masuk dari liburan, tepatnya hari Kamis, 16 Sept. 2010, leader kami mengatakan bahwa video harus dikumpulkan besok alias Jumat! :matabelo: berawal dari sini lah, kami terinspirasi untuk menggunakan nama RoroJonggrang Production untuk jadi nama tim kerja! :))

Ini nih candi (baca: video) hasil kerja semalam suntuk dibela-belain sampai lembur termalam yang saya lakukan mungkin dalam 1 tahun terakhir ini ( dulu pernah yang lebih paraaaah… :hammer: )

Cekidot! :)

Thx to Andiaz yang sudah uplod-in video ke internet.  :)

Untuk tools yang saya pake buanyak… pokoknya yang praktis2 aja deh, lha sudah ada software pendukungnya, kenapa harus bikin manual… ;P yang jelas, untuk main project penggabungan video saya menggunakan video editor dari Ulead.

Untuk background music, saya menggunakan lagu dari Ryan Farish yang berjudul Full Sail. Kalau di youtube, lagu ini bisa ditemui dengan kategori Relaxing Music… Waktu itu juga gak sengaja nemuinnya,  mungkin karena hampir stress gak nemu2 backsound yang cocok, gak sengaja ke-klik musik2 relaksasi… :))  Untuk beep sound, saya donlod dari SoundJay.com. :)

18

Backpack in Phuket & Phi-phi, Thailand

Mei 2010, akhirnya datang juga kesempatan untuk traveling ala backpack ke Thailand, tepatnya ke Phuket dan Phi-phi Island. Dengan bermodal tiket yang sudah dibeli sejak November 2009 lalu, akhirnya tanggal 27 Mei 2010 berangkat juga ke sana.
Total kita rombongan kecil ber-5, Eriek, Wawan, Elly, Mpit dan saya sendiri.

backpack in thailand

Backpack in Thailand

Untuk tiket Air Asia (AA) rute Jakarta-Phuket PP, kita kena harga 914000 IDR/orang. Mahal?? Menurut saya kok gak juga, lha buat tiket lebaran PP ke Jogja aja saya kena 1,4 juta! :nohope: memang sih, beberapa minggu kemudian setelah kita booking tiket, eh ternyata oleh pihak AA tiket Jakarta-Phuket dipromo lebih sadis lagi, sekitar 600ribuan sudah untuk perjalanan PP! :hammer:

Dengan mempertimbangkan ini itu, akhirnya kita memutuskan beli tiket berangkat tgl 27 dan balik tgl 31 Mei 2010, 5 hari 4 malem di sana.

Secara garis besar, itinerary kita seperti ini :

1. 27 Mei 2010 : sampai Phuket, ke hostel & keliling sekitar Phuket Town
2. 28 Mei 2010 : muterin satu pulau Phuket, ke Wat-wat alias temples
3. 29 Mei 2010 : Nyebrang ke Phi-phi island & Phi-phi Night Life
4. 30 Mei 2010 : Tour around Phi-phi island trus balik lagi ke Phuket
5. 31 Mei 2010 : like it or not we must go back to Jakarta…. :D

OK, let me tell the stories… :D biar enak dan nggak terlalu panjang, saya bagi jadi beberapa bagian aja… ;P
silakan klik di gambar untuk ke masing-masing artikel :)

Part 1 : Day 1st, Phuket Town and around

phuket town

Phuket Town

Part 2 : Day 2nd, around Phuket Island and hunt the Wat (Thailand Temple)

Phuket's Wat

Phuket's Wat

Part 3 : Day 3rd-4th, trip to Phi-Phi Island

Phi-phi Island

Phi-phi Island

Total budget kita yang keluar semuanya sekitar 2,5 juta IDR, lebih-lebih dikit…, termasuk tiket, international airport tax, tuker Baht 1,5 Juta IDR, dsb. :)

 

4

Phi-phi Island Trip

Bamboo Island, Phi-phi

:: Day 3 – Sabtu, 29 Mei 2010 ::

Pagi-pagi, setelah urusan rental mobil selesei, kita langsung jalan menuju ke (depan) Phuket Backpacker Hostel. Seperti yg sudah saya tulis di catper Day 2, Pick-Up Point dari agent tour memang di situ, sesuai kesepakatan awal. Sekitar jam 8.20 kita sampai ke dermaga (Phuket Pier). Sampai di dermaga, petugas dari agen tour langsung mengarahkan rombongan untuk menuju ke ferry. Sebelumnya kita bakal dikasi stiker buat penanda bahwa kita itu klien dari agen tour mana. Koordinasinya cukup baik lah! :) … Continue Reading

12

Explore the Phuket Island and Hunt the Wat

a Wat in Talang Town, Phuket

:: Day 2 – Jumat, 28 Mei 2010 ::

Inilah hari kedua! Lanjutan dari catper Day 1. Bangun pagi-pagi, mandi dan langsung check-out dari hostel, kita langsung jalan menuju ke rental mobil yang ada di Ratsada Road. Jalan kaki sekitar 10 menit lah dari hostel. Kita memutuskan untuk akhirnya menyewa mobil dengan pertimbangan karena kita sudah bawa semua barang bawaan, takutnya kalau naik motor susah berbonceng-boncengan gitu. … Continue Reading

6

Around the Phuket Town

Mae Yanang Chinese Temple, Phuket

:: Day 1 – Kamis, 27 Mei 2010 ::

Kamis pagi kita berangkat dari Cikarang menuju ke Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Penerbangan Air Asia Jakarta-Phuket adalah jam 11.20 WIB. FYI, meskipun basis Indonesia Air Asia di Terminal 3, untuk penerbangan internasional tetep di Terminal 2 (International Flight Terminal) Soekarno Hatta.

Untuuuung banget berangkat jam 7 pagi (setelah sempat berdebat antara berangkat jam 7 atau 8 ) karena ternyata sesampainya di tempat check-in, wah, antrian loket Air Asia bikin stressss…. udah mengular kesana kemari, belum lagi antri di bagian Imigrasi-nya. … Continue Reading