Sabtu, 26 Februari 2011, akhirnya jadi juga ber-body rafting di Green Canyon, Cijulang, Jawa Barat.  Mungkin selama ini lebih dikenal Green Canyon – Pangandaran ya, karena memang lokasi keduanya yang bisa dikatakan tidak terlalu jauh dan pamor Pangandaran jauh lebih termahsyur. *halah… Percaya atau tidak, aselinya sudah ada rencana ber-body rafting mungkin lebih dari setaon yang lalu..!! :hammer:

Body Rafting - Green Canyon

Rombongan kita berjumlah 8 orang, 6 orang termasuk saya dari Cikarang dan 2 orang teman dari Jakarta. Kita semua janjian di terminal Kampung Rambutan, untuk nantinya bareng2 menuju ke Pangandaran. Untuk detail transportasi Cikarang – Jakarta – Pangandaran, bisa lihat di post mengenai transportasi Jakarta – Pangandaran.

Kesan pertama ber-body rafting adalah SERU!!! 😀 Jauh lebih seru dari 2x rafting (berperahu karet) yang sudah pernah saya rasakan di sungai Citarik dan situ Cileunca. Memang sih, 2x rafting itu termasuk yang level pemula, tp buat kita yang “cuma” buat having fun, kayanya jg bakal ada di level pemula terus kali ya… :)

Kenapa lebih seru? Karena pada saat body rafting itu selain rafting hanya menggunakan body alias badan doang, kita juga bisa merasakan petualangan-petualangan lain yang bener2 memacu adrenalin!

Sampai di terminal Pangandaran sekitar jam setengah 6 pagi. Numpang istirahat bentar dan cuci2 muka di Masjid Besar Al Istiqomah, Pangandaran. Sempet sarapan bubur ayam yang kebetulan lewat depan masjid. Sekitar jam setengah 7, mas Dede (dari agen tour body rafting Guha Bau) menjemput kita menggunakan mobil pick-up yang kita sewa seharga 200 ribu IDR untuk bisa dipake seharian. Setelah body rafting, kita bisa diantar ke obyek-obyek wisata lain di Pangandaran dan sekitar tanpa tambahan biaya.

terminal Pangandaran

terminal Pangandaran

Sampai di kantor Guha Bau, depan dermaga tour Green Canyon, kita langsung diarahkan untuk persiapan menggunakan peralatan keamanan ber-body rafting yang terdiri dari helm, life-vest, pelindung kaki dan sepatu. Untuk yang sepatu ini, katanya persediaannya terbatas. Jadi kalau mau (pasti) dapet pinjeman sepatu, usahakan jadi rombongan pertama yang memulai body rafting. :)

Seandainya kita tidak dapet pinjeman sepatu, sepertinya yang rekomended adalah menggunakan sandal gunung yang bisa ditali kencang ke kaki atau malah lebih baik nyeker aja sekalian. Yang jelas, sandal jepit bahkan high heels sangat tidak direkomendasikan! :))

Oh ya, barang bawaan kita bisa dititipkan di sana, dan cukup membawa barang-barang yang kira-kira pengen dibawa, misal kamera, makanan, rokok, dsb. Nanti barang-barang tsb akan dibawakan oleh salah seorang pemandu menggunakan waterproof bag.

Selanjutnya kita naik pick-up dan diantar menuju ke lokasi start body rafting. Dengan jalanan yang masih berbatu-batu *yang bikin pantat lumayan sakit*, dibutuhkan waktu sekitar 20 menitan. Turun dari pick-up, dan petualangan dimulai! 😀


Alur Body Rafting

Dimulai dari tracking di hutan dan membelah semak belukar, kita menuju ke lokasi start body rafting, yaitu di depan goa kelelawar gitu. Dari sini baru ngerasain kalau bau kotoran kelelawar itu nusuk banget, mending jg bau tai kebo dah! :))

Dari posisi start ini, arusnya masih terbilang tenang. Kita bisa mulai nyebur ke sungai dan mulai beradaptasi dengan arus sungai. Sehabis nyebur, mencoba mengambang dengan tenang dengan kepala menghadap ke atas, dan…… *hening sambil menelan ludah* pemandangan langit biru dengan frame daun-daunan ijo di kanan kiri bikin speechless, kereeeeen banget!! 😀

body rafting green canyon

body rafting green canyon, photo of Dina Ari

Selanjutnya kita akan terus mengikuti arus sungai. Kita akan dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil terdiri dari 3 orang (plus 1 pemandu) untuk membuat “barisan” di sungai yang nantinya akan bareng-bareng “menghadapi” jeram yang ada.

Ada beberapa saat di mana arus sangat kuat atau misal banyak batu-batu besar, kita akan keluar dari sungai dan berjalan menuju lokasi yang sekiranya dianggap aman. Saat menuju ke lokasi-lokasi lain inilah kadang kita membutuhkan sedikit usaha seperti naik-turun tebing.

Atraksi lain disamping menghanyutkan badan ada juga di mana kita harus melompat ke sungai berarus dan berenang menuju point tertentu biar gak kebawa arus, salah jalur resikonya kepentok batu dan serahkan pada nasib… *lebay*

Pemandangan alam di Green Canyon juga terasa asyik sekali. Batu-batuan besar dengan bentuk-bentuk alaminya di mana ada beberapa spot yang masih banyak air gunung mengalir atau menetes layaknya hujan di sana. Airnya seger lho… kata pemandunya sih airnya malah lebih sehat dari air mineral kebanyakan. Entah bener apa gak, yang jelas saya minum lumayan banyak dan sehat-sehat aja koq… 😉

Ada juga atraksi terjun bebas dari ketinggian, mungkin setinggi 5-7 meteran di atas permukaan laut sungai. Kalau dilihat dari jauh, kayanya kok gak terlalu tinggi, tapi begitu dari atas batu, baru deh nyadar kalo ternyata posisi itu lumayan mompa jantung juga. :))

Untuk yang lompat terjun bebas ini tidak “harus”, bagi yang nggak mau terjun bisa lewat bawah. Kalau saya mah tetep merekomendasikan sih… Try it!! ^__^

video saat kita loncat terjun bebas :

2 orang pertama dari tim tetangga sebelah, selanjutnya saya, Anggriawan, Elly & Galih. ^_^

Tantangan terjun bebas ini menjadi pamungkas proses body rafting yang ditempuh hampir 4 jam ini. Di lokasi finish, istirahat dan makan siang untuk selanjutnya menuju dermaga kapal wisata Green Canyon menggunakan kapal.


Guha Bau River Body Rafting Adventure

Guha Bau - Body Rafting

Guha Bau - Body Rafting

Bisa kontak ke mas Dede di +62 8522 8766 558. Paket tour seharga 175ribu IDR per orang, fasilitas yang didapet antara lain : peralatan keamanan, makan 1x (bisa milih untuk sarapan atau makan siang), sertifikat, asuransi, biaya pemandu, transport dari dermaga Green Canyon ke lokasi start Body Rafting dan sewa kapal dari lokasi finish ke dermaga.


Tips & Trik

1. Buat yang phobia ketinggian, bukan tidak menyarankan tapi pastikan harus siap dengan ketinggian, karena ada beberapa bagian di mana kita harus panjat-panjat tebing yang lumayan tinggi.

2. Jangan pakai pakaian berwarna terang seperti putih atau kuning misalnya. Baik itu baju, celana ato bahkan jeroan *curhat dikit*, akan terendam air sungai selama beberapa jam, jadi pasti kalau berwarna terang akan berubah warna. :))

3. Kalau  mau menggunakan jasa tour dari Guha Bau, usahakan sampai sana pagi-pagi dan memulai body rafting di rombongan awal, jadi bisa dapet pinjeman sepatu.

4. Silakan bawa kamera sendiri biar lebih puas foto-fotonya. 😀 Tentunya kamera underwater atau pake underwater case. Nanti kamera kita akan dipegang sama pemandu.

5. Untuk debit air yang tinggi dan asyik buat ber-body rafting, warna air di Green Canyon justru saat berwarna coklat, sementara kalau air berwarna hijau, katanya sih kurang seru buat body rafting. :)

6. Let it flows and enjoy it… 😀

7. Jangan meninggalkan apapun di sana kecuali jejak kaki. 😉

Sedikit hasil jepret-jepret :