One Day Tour – Cirebon dan Sekitarnya
Jalan-jalan kali ini bukanlah jalan-jalan seperti yang biasa saya lakukan. Kalau biasanya ngompreng, ngangkot, gonta-ganti mode transport, membawa tas ransel besar ke mana-mana, berpanas-panas ria, dsb dsb, kali ini wisatanya rada elit. Naik bis ber-AC dengan kursinya yang empuk, saya dan teman-teman diantar menuju ke beberapa lokasi wisata di kota Cirebon dan sekitarnya. Liburan yang singkat ini merupakan pengisi waktu kosong 1 hari dari rangkaian beberapa hari Site Visit yang diadakan kantor saya beberapa waktu lalu.
Saya berangkat ke Cirebon dari Jakarta pada Sabtu, 19 November 2011 lalu menggunakan bis carteran. Perjalanan Jakarta – Cirebon itu sendiri *plus berhenti-berhenti bentar* kira-kira membutuhkan waktu 5-6 jam. Sesampainya di Cirebon, kami langsung menuju ke hotel Patra Cirebon, makan malam dan langsung istirahat.
Hari Minggu paginya, perjalanan sedikit molor, dari yang awalnya dijanjikan jam 8 berangkat dari Hotel, prakteknya kami baru berangkat pukul 9. Waktu itu sudah kepikiran sendiri, kalau misal acara touring rame-rame itu batal, sudah siap mbolang sendiri lah pokoknya. Karena saya memang sudah googling bin survey-survey dikit, ada apa aja sih Cirebon itu.
Kesan pertama kali melihat langsung kota Cirebon ini, kotanya berasa adem dan unik. Adem bukan berarti dingin tapi lebih ke perasaan yang tenang, teduh begitulah. Meskipun siang ya kalau panas tetep panas.
Saya sebut unik karena memang cukup unik. Di setiap bangunan di pinggir jalan, kita dapat dengan mudah melihat semacam gapura bata merah menyerupai yang ada di Kraton Cirebon. Mungkin seperti di kota Lampung, yang mana kita bisa dengan mudah menemui logo Siger hampir di setiap muka rumah. (Siger : mahkota khas orang Lampung)
Kraton Kasepuhan, Cirebon
Destinasi pertama kami adalah ke Keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Terbesar yang ada di Cirebon. Dari arsitektur-nya, Keraton ini dipagari oleh bangunan bata merah yang bentuknya mirip sekali dengan candi-candi Hindu di Jawa Timur. Kalau gak salah denger sih memang pada awalnya pengaruh kerajaan Hindu masih ada, meskipun Keraton Kasepuhan ini merupakan Keraton dari Kerajaan Islam saat itu.
Yang cukup menarik adalah ternyata di dalam Keraton Kasepuhan ini, tepatnya di dalam sebuah bangunan di komplek Siti Inggil, terdapat piring-piring dan porslen-porslen dari negeri Eropa & China. Apa uniknya? Pada porslen-porslen yang dipasang pada dinding-dinding ruangan tersebut bergambar cerita-cerita yang ada di Alkitab (bible). nah lho, unik kan?? Sebuah kerajaan Islam yang sedikit banyak mengadopsi budaya kerajaan Hindu, namun di sebuah lokasi tersimpan gambar-gambar yang bercerita mengenai kisah-kisah yang ada di Alkitab. Keren bin unik kan!??

Porslen-porslen yang ada dipasang dan dibentuk seperti ornamen-ornamen di masjid

ini yang sedang ditunjuk oleh si bapak guide, semoga gak masuk kategori pornografi…
Salah satu gambar yang ada di porslen yang ada, Yesus memanggul salib-Nya.
Selain ke ruangan di komplek Siti Inggil tersebut, kami jg diajak keliling ke museum yang menyimpan benda-benda pusaka dan kereta kencana milik Keraton Kasepuhan. Oh ya, sejarah singkat Keraton Kasepuhan Cirebon bisa dibaca di wikipedia aja ya.
Obyek Wisata Cibulan – Ikan Dewa
Selepas dari Kraton Kasepuhan, kami diajak ke obyek wisata Cibulan, sebuah obyek wisata pemandian umum layaknya kolam renang tapi di dalamnya banyak terdapat ikan dewa. Kalau hasil tanya-tanya orang di sana, ikan dewa itu ya ikan mas seperti biasa, tp berwarna hitam dan berukuran besar. Jadi misal kita berenang di sana, ya bakalan menjadi satu kolam dengan ikan-ikan tersebut. Airnya sendiri tetep jernih koq, jangan dibayangin kaya kolam ikan ya.
So…, kenapa disebut ikan dewa? Disebut begitu karena adanya beberapa mitos yang berhubungan dengan ikan tersebut. Mitos-mitos tsb antara lain ada yg menyebut kalau ikan-ikan tsb dulu adalah para prajurit-prajurit yang tidak setia. Mitos berikutnya adalah jumlah ikan tersebut yang berada di kolam akan selalu sama, tidak pernah berkurang meskipun ada yang mati. Believe it or not! Toh juga siapa yang bisa ngitungin satu-satu ikan yg selalu bergerak gitu!?
Hiburan kami di sini sih bukan kolam ber-ikan raksasa tersebut, malah banyak teman-teman saya yang mencoba terapi ikan, yang kaki kita dimasukkan ke kolam untuk nantinya bakal jadi “santapan” ikan-ikan kecil di kolam tsb. Berhubung badan saya rada gak beres waktu itu, saya gak ikutan nyoba deh. Males basah-basahnya itu.
Padahal kayanya ikan-ikan di sini lebih ganas daripada terapi-terapi ikan macam di mall-mall. Buktinya adalah temen saya banyak yang teriak-teriak histeris gak jelas!!
thank you to Irsha for these photos.
Gedung Perundingan Linggarjati
Berikutnya, kami mampir ke rumah yang mana menjadi saksi bisu terjadinya sejarah perjanjian Linggarjati. Lokasinya tidak terlalu jauh dari obyek wisata kolam Cibulan. Kalau dari keterangan di sana, bangunan ini termasuk bangunan cagar budaya bernama “Gedung Perundingan Linggarjati”. Di bagian tengah atau ruang utamanya terdapat meja-meja yang konon digunakan perundingan itu sendiri, lengkap dengan papan nama setiap tokoh yang terlibat yang terletak di setiap meja tersebut. Di sebuah ruangan di bagian kanan dari rumah ini, terdapat sebuah diorama saat perundingan Linggarjati berlangsung.
Di sini kami tidak seberapa lama, mengingat karena adanya keterbatasan waktu. Jam sudah menunjukkan kalau kami memang telat untuk makan siang.
Rumah Makan Klapa Manis | Batik Trusmi
Setelah setengah hari mampir sana sini, kami mampir di Rumah Makan Klapa Manis untuk isi perut. Rumah makan ini terletak di pinggir jurang, dan sepertinya sebagian dari lantai rumah makan ini memang menjorok di atas jurang. Jadi kebayang kan view-nya seperti apa? Apalagi kalau bukan pemandangan alam luas – bebas, dari ketinggian yang lumayan. Tapi tenang aja, rumah makan ini gak cuma jualan view koq, karena masakannya juga enaaak. Apalagi gurami goreng asam manisnya! *dooh, jadi pengen gurami goreng
*
Sesudah perut terisi kenyang, kami melanjutkan perjalanan balik ke Cirebon (kota). Sebelum bener-bener balik ke hotel, kami mampir lagi ke satu tempat, ke sentra batik Cirebon yaitu ke batik trusmi ( tiap kali baca tulisan trusmi itu selalu seakan-akan baca “trust me”
). Menurut saya, sentra batik ini, ya semacam sebuah jalan panjang dengan penjual batik di kanan-kiri jalan tersebut. Dari toko-toko kecil hingga sekelas butik yang menawarkan batik dengan harga wow ada di sini.
Saya kurang tau deh, sebenernya TRUSMI itu nama daerah, nama sebuah merek dagang, atau apa. Karena hampir di semua toko ada embel-embel Trusmi-nya, sementara ada 1 dept. store batik bernama “Trusmi”, nah lho… *bingung* – Menurut mas Faisal dari komen di bawah, yang memang aseli Cirebon, Trusmi itu merupakan nama daerah atau desa, mungkin semacam desa sentra Batik kali ya.
Khas ala Cirebon
Daripada nggak di-uplod sekalian nih. Ada dua foto dari sekian hal unik dan khas ala Cirebon. Yang pertama yaitu nasi jamblang! Sebuah nasi campur seperti nasi campur kebanyakan tapi dibungkus menggunakan daun jati. Nah, berhubung saya makan nasi jamblang pada saat di hotel, yang artinya lauk-pauk dsb bebas ambil sendiri, ini nih nasi jamblang versi saya

Nasi Jamblang Cirebon featuring Kentang Goreng ala Fast-Food Resto
Dan yang berikutnya adalah becak ala Cirebon.
Kalau boleh jujur, masih gagah (baca : gemuk) becak ala Jogja ya…















kulinernya itu lho… begitu menggoda.. luarrrr biassaaa
sudah pernah nyoba nasi jamblang belum mas? kalau belum, kayanya wajib coba! hehehe…
Lho, pernah ke Cirebon mas? Lha, saya orang sini,hehehe
Kalo Trusmi itu sebenernya nama Desa mas. Di desa ini banyak pengrajin batik. Ya sentra pengrajin batik di Cirebon ya di desa Trusmi ini (bukan “trust me” lho
)
Selama saya makan nasi jamblang, baru kali ini liat lauknya kentang goreng ala fast food. Kayanya boleh dicoba nih

Faisal recently posted.. Cara Melindungi dan Mengamankan Password Akun Anda
wah, sayang waktu itu belum kenal ya… * emang kalo udah kenal knp ya? hahaha…
*
makasih buat tambahan infonya mas, jadi lebih tau. awalnya bingung aja, itu nama toko atau nama jenis batiknya, ternyata memang nama desa Trusmi itu ya.
oh ya, saya masih penasaran sama goa Sunyaragi di Cirebon situ lho. waktu itu, kalau dari pihak hotel gak diatur tour-nya, sudah berencana jalan sendiri ke salah satunya ya goa Sunyaragi itu. siapa tau deh kapan-kapan ada waktu nyasar ke Cirebon lagi…
Mas Faisal, nasi Jamblang tu apa mas? baru denger nih, kayaknya enak
kalo nasi Jamblang yang original, pastinya enak lah ya… masakan Indonesia kan maknyus2 mas..
Ooo Goa Sunyaragi? Kalo dari Hotel Patra tempat mas nginep sih lewat By Pass ke arah timur mas sekitar 15 menit. Kenapa waktu itu gak sekalian nge-bolang aja mas ke Goa Sunyaragi?


Di Goa Sunyaragi itu ada goa yang namanya Goa Peteng mas, soalnya di dalem goa itu gelap banget gak ada cahaya sedikitpun, makanya namanya ‘peteng’
Faisal recently posted.. Pindah Hosting
waktu itu ga ada waktu buat jalan sendiri sih mas… balik ke hotel pasti sudah malem2. kalau ada waktunya ya pasti sudah saya jabanin. hehehe… siapa tau deh ntar kapan2 ada kesempatan ke Cirebon lagi.
Lho ada mas Zholieh juga. Nasi Jamblang itu nasi yang dibungkus pake daun Jati disajikan sama lauk yang beraneka macam, kaya sate kentang, sambel goreng, dll. Pokonya mantep dah

Faisal recently posted.. Pindah Hosting
Nasinya biasa apa sejenis nasi uduk mas?

lah kok jadi bahas kuliner, ntar diomelin ma yang punya rumah.
kaburrr………..
zholieh recently posted.. Nilai UN Mempengaruhi SNMPTN?
hahaha… ga papa kali mas, silakan silakan aja…
Nasinya sih nasi biasa tapi karena dibungkus daun jati jadinya lebih beraroma

Kabur ah sebelum ditimpuk yang punya rumah ngerumpi disini wkwkwkwk
Faisal recently posted.. Download E-Book Komputer dan Internet Gratis dari Majalah Info Komputer
hahaha… sante aja mas, monggo kalo mau ngobrol2 di sini…
arsitektur gapuranya hindu banget, kayak di Trowulan gitu, tapi ada porselen bergambar cerita dari bible unik juga. Ada ceritanya nggak kok bisa ada itu?
tuh nasi jamblang go internasional yakkk pake kentang goreng -_- piye rasaneee…. jadi inget maknya si oneng makan pizza pake nasi hwakkakakaka
Alid Abdul recently posted.. Karapan Sapi: Sebuah Tradisi, Gengsi, atau Hanya Sekedar Eksploitasi?
mirip banget kan!? kalo dari bapaknya itu cerita, porselen-porselen itu hadiah dari China (dan Eropa sepertinya), tp karena di Kraton ini gak ada orang nasrani-nya, makanya mereka semacam asal pasang aja, jadi gak membentuk sebuah cerita, padahal aselinya itu sebenernya berurutan membentuk sebuah cerita di bible mulai dari Adam-Hawa, nabi-nabi, sampe Yesus disalib gitu dst entah sampe mana.
nasi jamblangnya jelas enak dong, lha makanan hotel gitu…, gratis pula!
wahhhh nemu tempat yang bisa diulik lagi nih kalo saya ke Cirebon. Makasi yah Infonya
sip deh… makasih sama2!
oh iya, selamat tahun baru yaaa!!
selamat tahun baru juga mas
Heh? Prajurit tak setia jadi ikan?


Wedew, aya2 wae ya, wkwkwkwk…
Lagian bener, siapa juga yang mau hitung ikan segitu banyak, yang ada gak bakalan mampu
Ah, mas Choky jalan2nya gak ngajak2 saya nih
Zippy recently posted.. Resolusi Juara 2012
hahaha, seriusan nih mau ikutan? rela gitu nyebrangin ribuan pulau?
kapan2 kalau kecirebon mampir lah,
thanks infonya
aming recently posted.. BabaStudio.com-Pilihan Cermat Menjadi Ahli Website
sip lah mas… makasih sama2 ya!
5-6 jam? berarti lebih cepet ke bandung ya daripada ke cirebon..


si ikan dewa pernah masuk tivi tuh… kalau gak salah masuk Happy Holiday yg di Trans 7. kayanya menyenangkan gimana gitu ya..
ellalae recently posted.. Pohon Natal (lagi) & Adven 4
krik krik… ya emang jauh lebih deket Bandung lah kalo dari Jakarta. pasti kelas geografi dulu bolos terus ya?
yang ikan dewa, kayanya uda banyak diulas tuh di mana2. menyenangkan gimana sih? kayanya biasa aja… hahaha… tp emang gedhe bin lembut sih ikannya *atau licin tepatnya* karena waktu itu sempet diangkat sama petugas gitu…
waaah… akhirnya bisa liat gambar2nya… *flickr disini diblok keknya chock* T.T
itu candinya berasa kek candi di trowulan ya?
kapan kita ngeteng2 lagi chock, wes suwe ga ngeteng rame2 maneh
he? emang diblok gitu ya dun? yg aku uplod di flickr itu yang post ttg Katedral iku sih dun. yg ini sih bukan di flickr, jadi ya wajar aja kalau nongol…
kesan pertama ke Cirebon emang langsung inget sama candi-candi di Trowulan dan sekitar, dan pastinya inget ngeteng-ngeteng… kapaaan iki?? *sakaw*
trip yang menyenangkan… jadi pengen maen ke Cirebon nih

Goiq recently posted.. Trip Ujung Genteng
menyenangkan karena diantar ke mana2, tinggal duduk doang di bis. hehehe… di Cirebon juga ada Gua Sunyaragi tuh mas, masih penasaran. kalau misal ga ada tour rombongan gitu, udah plan mau samperin Gua Sunyaragi itu, tp sayang blm kesampaian.