Ingin berwisata kuliner di Korea? Sangat bisa dilakukan. Selain ragam makanan yang cukup banyak, jenis makanan di Korea pastinya sangat berbeda dengan makanan di Indonesia. Bisa dibilang antara makanan Indonesia dengan makanan Korea berbeda 180 derajat. Jadi yang mau wisata kuliner extrim, kayanya kulineran di Korea bisa dilakukan. Extrim maksudnya berbeda dengan kebiasaan kita ya, bukan buat wisata kuliner makanan-makanan aneh, meskipun menurut saya ada satu dua jenis makanan di sana yang memang tergolong extrim, setidaknya menurut saya. 😀

Secara umum, cita rasa makanan di Korea itu rada asem-kecut gimana gitu. Kadang ada juga beberapa makanan yang berasa hambar kaya kurang garam atau kurang MSG kali ya. hahaha… :)) Di sini saya tidak membahas makanan Korea satu per satu, karena saya pikir sudah banyak web lain yang bahas makanan-makanan Korea. Di sini saya akan bercerita pengalaman makan, minum dan jajan selama di Korea Selatan secara umum. Jujur saja, untuk urusan nama-nama makanan di sana, saya gak apal satu per satu, di samping kayanya saya rada susah melafalkan bahasa mereka. Hahaha….

* Makanan & Minuman*

  • buat anda yang muslim, sepertinya cari makanan halal menjadi tantangan tersendiri di Korea, karena kebanyakan makanannya mengandung babi. babi di sana mungkin seperti ayam di Indonesia. babi’s everywhere…! saya yang di Indonesia bisa dibilang jaraaang makan babi, tapi begitu ke sana langsung sampe bosen rasanya makan babi. :hammer:
  • meskipun ada banyak makanan yang tidak mengandung daging babi, tapi kalau kita mikir masalah halal 100% (dari cara menyembelih, alat masak yang digunakan berbekas atau tidak, dsb dsb) kayanya bisa setres juga mikirnya, semua kembali ke pemahaman pribadi masing-masing – no komen untuk yang satu ini :)
  • daging babi alias pork disebut Teji Gogi Dwaeji Gogi (bacanya dweji gogi) di bahasa Korea, mungkin satu istilah ini penting untuk diingat orang Indonesia yang kebanyakan muslim.
  • kalau mau nanya apakah makanan mengandung babi atau tidak, cukup mengatakan “Teji Gogi?” sambil menyilangkan tangan. Bahasa tubuh alias bahasa tarzan di sana cukup efektif untuk berkomunikasi. hahaha…
  • misal mau ngomong nanya “ayam” in English, jangan bilang “chicken” seperti biasanya, tapi bilang “cikin” baru deh mereka ngerti. :))
  • makanan aseli Korea di restoran-restoran harganya relatif lebih mahal daripada fast food ala fried chicken. kenapa? karena porsi makanan orang Korea itu luar biasa banyak. dan setiap kali kita bersantap di restoran Korea, pasti dari makanan pembuka hingga penutup itu ada, keluar silih berganti.

kenapa saya bilang porsi makan mereka luar biasa banyak? sebagai contoh,  ada makanan bernama Samgyetang atau bahasa kerennya in English “Chicken Soup”. Kita akan disajikan soup ayam ginseng menggunakan sebuah mangkok berukuran cukup besar, dan ayam yang disajikan itu merupakan 1 ayam utuh. di dalam “tubuh” ayam itu sudah terdapat nasi dan kentang (kalau gak salah inget), jangan tanya dimasukin lewat mana ya. hahaha… oh ya, jangan kaget kalau 1 ayam utuh yang disajikan di mangkok itu merupakan porsi 1 orang! 😀  harganya sendiri lebih kurang 9000-10000 KRW.
awal disajikan sempet kaget trus mikir apa bisa habis nih sendirian begitu, tapi ternyata habis juga! hahaha…

 


Samgyetang, sup ayam berginseng | 10000 KRW – image source : wikipedia

  • makanan khas Korea kimchi selalu ada di mana-mana. mau beli menu apa saja di sebuah restoran Korea, pasti si kimchi nongol meski dalam jumlah kecil.
  • salutnya untuk Korea, seringkali mereka memasukkan menu-menu tradisional mereka ke dalam makanan modern seperti nasi goreng kimchi, atau digabung dengan makanan ala fast food, misalnya burger kimchi, atau burger bulgogi.
  • penting ga penting, kecambah di Korea itu ukurannya raksasa dibanding kecambah Indonesia. untuk bagian ekornya bisa sepanjang 5-10 cm, jadi kalau makan kecambah bakal berasa makan rumput, hahaha…
  • makanan sea-food tergolong makanan yang cukup spesial di sana, apalagi yang bener-bener mentah bin seger gitu. di Korea juga lah pertama kalinya sama makan daging / ikan bener-bener mentah tah…
  • ketika pertama kali melihat saya dan beberapa teman terlihat cukup fasih menggunakan chopsticks (sumpit) saat makan bersama, orang Korea merasa cukup heran dan bertanya apa di Indonesia itu penggunaan chopsticks juga merupakan hal yang wajar. :hammer: seketika itu juga saya langsung inget bakul mie ayam

MAKAN MAKANAN EXTRIM

PERTAMA, tentakel gurita yang bener-bener barusan dipotongin pakai gunting di depan mata. :matabelo: meskipun sudah disajikan di piring, tapi tentakel itu masih bergerak-gerak seperti tumpukan ulat kecil berwarna putih. dengan chopsticks mereka ambil tentakel tersebut, celupkan ke semacam kecap-cuka, dan memakannya. mungkin karena melihat ekspresi saya yang aneh, salah seorang teman Korea berkata “ini tidak semenjijikan kelihatannya, enak koq!” langsung dalam hati berkata “sakit nih orang-orang!!” :nohope:

KEDUA, saat saya diajak makan-makan semacam syukuran project besar begitu. sudah mikir lumayan nih makan enak. ternyata oh ternyata menu yang disajikan adalah anjing yang menurut saya lebih bisa dibilang seekor puppy *anak anjing*. dengan pose persis seperti anjing yang sedang tidur tengkurap, tapi kepala, ekor dan kaki2nya dipotong. T___T sesaat setelah 2 ekor anjing disajikan untuk 10an orang, seorang waitress akan mengeluarkan gunting untuk mulai menggunting-gunting body si anjing sampai dagingnya tercacah-cacah. setelah itu?? sekelompok orang-orang kelaparan langsung menyerbu potongan daging tsb dengan sumpit masing-masing. Oh My God…, I became a monster!! :hammer: sebagai pencinta anjing, itulah kali pertama saya makan anjing. :nohope:

 


McD ala Korea


Nasi Goreng Ayam ala Korea, saya beli di Everland | 9900 KRW

  • restoran fast-food semacam KFC atau McD, tidak menyediakan nasi seperti di Indonesia, yang ada pastinya ayam, kentang goreng, atau hamburger. harga sekali makan di Fast Food menghabiskan duit sekitar 5000 KRW
  • pada saat di restoran fast-food, selesai makan kita harus membuang sampah dan mengembalikan nampan ke tempat yang telah disediakan. meja-meja di sana datang bersih, pulang bersih juga lah.
  • mengenai pajak restoran, pada dasarnya harga-harga di sana lebih jujur daripada di Indonesia. Yang kita lihat adalah yang kita bayar, nanti di struk pembayaran akan terlihat rinciannya bahwa harga yang kita bayar sudah termasuk pajak 10% didalamnya. jadi kalau di restoran gak perlu capek-capek mikir berapa sih harga sebenarnya. 😀
  • baru saya temui di Lotte Mart, fast food milik Lotte group. setelah kita membayar pesanan dan kita masih harus menunggu, kita akan diberi semacam alat nomer antrian dan bisa langsung menunggu di meja. alat tersebut nanti akan hidup lampu indikatornya apabila makanan kita telah selesai, dan kita bisa menukar alat tersebut dengan makanan kita di kasir. canggih ya!? hahaha… :)) *katrok*
  • untuk Pizza Hut, harga di sana sangat mencekik euy, meskipun porsi ukuran Medium atau Large di sana lebih besar dibanding standar ukuran di Indonesia. Pernah dine in pizza ukuran medium 1 biji paling murah plus minum 1 gelas saja, saya dan seorang teman habis 25000 KRW atau sekitar 230 ribu IDR kira-kira. :nohope: saya dan temen “nekat” beli Pizza Hut karena untuk menetralisir lidah, kangen dengan rasa makanan normal :hammer:


Terbaca kan, Pizza Udang ukuran Medium 24,900 KRW, Large 29,900 KRW alias 250 ribuan IDR *ngook*
harga itu cuma dapet pizza doang, yang saya pesen beda, yang lebih murah 😀

  • orang Korea itu demen sekali minum soju, arak khas Korea. biasanya mereka akan saling menuangkan soju ke orang lain. orang yang ditawari untuk dituangkan, sepertinya pantang untuk menolak.

pertama kali saya minum soju adalah soju dengan kadar alkohol tinggi yang saya pikir itu lebih mirip racun sepertinya daripada minuman. :hammer: masih mending vodka atau mansion house deh, meskipun saya gak demen minum minuman keras. butuh waktu lama bagi saya untuk mau mencoba mencicipi kembali yang namanya soju. oleh karena itu, tiap kali ada kesempatan diajak makan-makan, saya “dibantu” teman saya di sana untuk dipesenin Sprite. jadi masih sama-sama putih, bedanya saat cheers mereka minum soju saya minum sprite!! hahahaha…. :))

ternyata, untuk soju dgn kadar alkohol rendah masih sangat bisa dirasakan rasanya. :)

saya juga pernah dgn kondisi sadar dan sehat wal’afiat melambaikan tangan tanda menolak kepada seorang big-boss yang menawarkan untuk menuangkan soju ke sloki saya. sesaat setelah kejadian yang terjadi begitu cepat, teman Korea yang duduk di sebelah saya  bilang “that was impolite to reject an offer from someone, though it’s a big boss…” :)) – ya mana saya tau!? 😛 saat itu saya masih sangat parno dengan rasa soju berkadar alkohol tinggi.

 

* Jajanan Pinggir Jalan *

Untuk merasakan “jajan pasar” alias jajanan pinggir jalan ala Korea, kita juga bisa menemukannya dengan mudah. Di setiap lorong subway station, di sepanjang jalan di pusat-pusat keramaian, atau juga kadang di pinggir jalan-jalan utama, kita bisa menemukan penjaja jajajan khas Korea. Berikut beberapa foto jajanan pasar di Korea, untuk namanya saya gak tau ya, hahaha… Kalau ada yang salah, dan ada yg lebih tau, silakan saja dikoreksi. 😀


kue bulet-bulet kecil itu, entah apa namanya, isi kacang merah


macem-macem, ada kaya ceriping, wafel, dsb – lokasi di Insadong, Seoul


jajanan yang lain lagi, ada juga rice cake ala Korea, namanya Tteokbokki


GyeRanBang, Korean Egg Cake | 2000 KRW dapet 3


BungeopPang, Korean Cake berbentuk ikan isi kacang merah.
Bisa jadi cetakan ikan-nya di beda penjual beda bentuk, tapi tetep pakemnya bentuk ikan. 😛


Kalau musim panas, jajanan buah segar bisa mudah ditemui di sana.

Segini saja cerita pengalaman yang berhubungan dengan makan-memakan di Korea Selatan. Singkatnya, justru makanan di Korea ini yang jadi salah satu faktor “kurang sukanya” saya sama Korea, gak cocok lah sama lidah ini :peace: Meskipun bisa makan apa saja di sana, kayanya malah jadi blunder buat saya. Hahaha… Jadi mereka bisa ajak saya makan apa saja. Saya kalau misal diajak makan-makan sama orang Korea adanya malah deg-deg-an… Sudah siap siap mental nerima surprise makanan apa yang bakal disajikan. :hammer: Kalau untuk masalah jajanannya sih masih berasa enak-enak aja, apalagi misal musim dingin begitu, bisa beli jajanan tsb yang masih anget, jadi berasa nikmat banget. 😀

Semoga post ini bisa jadi gambaran dikit tentang wisata kuliner di Korea, bukan malah bikin takut. Hahaha…. :peace: