Gerimis kecil menyambut kami dan seluruh penumpang bus yang baru saja sampai di Tourist Bus Park kota Pokhara. Untunglah hanya gerimis kecil, sehingga tidak terlalu mengganggu mobilitas kami mulai turun dari bus, ambil backpack, hingga mencari taxi untuk menuju ke hotel yang sudah kami book sebelumnya. Kalau becek-becek sedikit di area terminal bus sih biasa ya. 🙂

Di Pokhara kami menginap di Hotel Orchid yang terletak cukup dekat dengan Phewa Lake alias danau Phewa. Menurut saya sih lokasinya cukup strategis, tidak terlalu jauh dari pusat kota Pokhara dan juga terletak di salah satu area pusat turis di Pokhara. Jadi di area sekitarnya cukup banyak hotel-hotel lain, begitu juga dengan tempat makan atau toko-toko penjual souvenir dsb.

Berjalan menyurusi Lakeside Road ini suasananya seperti di Kuta, Patong, Langkawi atau semacam kampung bule di kota atau negara lain. Bedanya adalah di sini terasa lebih sepi. Kalau saya boleh mengambil kesimpulan, sepertinya memang Pokhara ini merupakan kota turis seperti di kota-kota lain yang saya sebut sebelumnya. Macam Bali-nya Indonesia, atau Langkawi-nya Malaysia, dsb. Suasana Pokhara jelas berbeda dengan Kathmandu yang tampak penuh sesak dan semrawut. Di Pokhara tampak lebih rapi, lebih bersih dan lebih sadar wisata. 😀

Salah satu tujuan kami piknik di Pokhara ini adalah melihat pegunungan HIMALAYA! Gak perlu sampai trekking naik gunung Himalaya, melihat saja sudah seneng banget. (ya dasarnya gak punya modal cuti panjang untuk sampai trekking) 😆

annapurna-pokhara

Jadi, bagi yang belum tau… Pegunungan Himalaya itu kan amat sangat panjang, membentang di benua Asia dan berbatasan dengan 5 negara sekaligus yaitu China, India, Bhutan, Pakistan dan Nepal itu sendiri. Nah, puncak dari pegunungan Himalaya itu memiliki namanya masing-masing, salah satunya yang paling tersohor adalah puncak Everest.

Nah, dari Pokhara kita bisa melihat deretan puncak-puncak gunung yang namanya Annapurna Range. Jangan sedih, di Annapurna Range itu gak cuma satu aja, tapi ada banyakk. Ada Annapurna I, Annapurna II, Annapurna South, dsb.

Lalu kapan melihat si Annapurna Range?? Saya dan travelmate mengawali hari kedua di Pokhara dengan berburu sunrise di Sarangkot. Jaraknya sekitar 45 menitan dari hotel tempat kami menginap. Berangkatnya tentu subuh-subuh ya, karena khawatir di Sarangkotnya ini akan penuh dengan mobil parkir. Jadi mau gak mau kita harus berjalan kaki untuk mencapai view point di Sarangkot. Naik apa?? Kami naik taxi yang sudah kami charter untuk mengantar kami ke Sarangkot. Taxi-nya (dan driver) adalah taxi yang sama yang mengantar kami dari terminal bus ke hotel sehari sebelumnya.

Singkat cerita kami sukses menembus dinginnya pagi hari di Pokhara menuju Sarangkot. Taxi kami tidak bisa mencapai parkiran di atas karena memang sudah cukup penuh dengan mobil lain yang parkir di pinggir-pinggir jalan. Trekking sedikit melewati jalan becek sisa hujan semalam, dan akhirnya kami sampai juga di viewpoint dari Annapurna Range.

Bagaimana pemandangan Annapurna Range???
AWESOME, KEREN, LUAR BIASA, SUPERB, GILA, EDUN! aselinya speechless sih

pemandangan-annapurna-range

Pemandangan Annapuran Range dari Sarangkot

annapurna-peak

salah satu puncak di Annapurna Range

annapurna-range-from-sarangkot

melihat pemandangan seperti ini bikin inget Tuhan plus inget dosa xD

annapurna

#GMZ alias gemesh

Terima kasih ya Tuhan.., pagi itu kami diberi cuaca yang sangat cerah! #IAMBLESSED Padahal hari sebelum cuacanya mendung dan gerimis terus. Mungkin doa-doa kami pada malam itu langsung didenger Tuhan, hehehehe… 😀 😀

Dimulai dari langit yang masih gelap, berangsur-angsur matahari mulai nampak dan sinarnya mulai menerangi puncak-puncak gunung. Terlihat warna keemasan khas matahari pagi yang mulai menerangi puncak gunung. Di puncak gunung yang terkena sinar matahari terlihat adanya asap tipis. Menurut dugaan saya sih hal itu karena lapisan es di puncak gunung semacam ‘terbakar’ akibat sinar matahari.

Awalnya sibuk foto-foto demi mendapatkan momen terbaik. Takut kehilangan moment Golden Sunrise yang hanya berlangsung beberapa menit saja. Ahh… ternyata tidak perlu moment Golden Sunrise pun kalau dasarnya keren ya keren ajaaa! Heheheh… Pemandangannya sangat susah bikin move-on, yang menyebabkan kami berempat jadi rombongan terakhir yang ada di view point tersebut. Padahal awalnya sangat ramai dengan pengunjung ya, yang otomatis bikin susah kalau mau foto-foto, apalagi foto group.

bahagiak-di-pokhara

abaikan muka bantal belum mandi, yang penting eksis bareng Himalaya

phewa-lake-from-sarangkot

pemandangan Phewa Lake dari atas juga gak kalah keren

Baca cerita tentang Nepal yang lain di sini ya :
http://www.chockysihombing.com/tag/nepal/

Viewpoint ini semacam pelataran dan rooftop dari sebuah toko kecil di sana. Toko tersebut menjual souvenir-souvenir khas Nepal dan juga menjual minuman. Yah… akhirnya kami pun masing-masing beli secangkir kopi susu, nongkrong cantik sambil memandangi pemandangan luar biasa di depan mata. Kapan lagi kan bisa ngopi-ngopi cantik dengan pemandangan seperti ini? 😀

nongkrong-cantik-di-himalaya

Betah banget gak sih kalau nongkrongnya begini??

Seandainya saja kami memiliki waktu lebih banyak pagi itu, bisa jadi lewat tengah hari kami baru memutuskan turun kembali ke kota. 😆

** Lalu di kota Pokhara-nya ada obyek wisata apa saja?? Tunggu di post lainnya ya guys! 🙂