Memiliki kesempatan berkunjung ke negara empat musim bukan berarti secara otomatis kita berkesempatan ‘bertemu’ dengan salju. Meskipun kita datang di saat musim dingin sekalipun, menurut saya dibutuhkan keberuntungan sendiri untuk bisa berjumpa dengan salju. Yaa kecuali kita memang datang ke negara yang berdekatan dengan kutub Bumi, yang sehari-harinya sudah diselimuti es atau salju, itu beda cerita.., Greenland misalnya? πŸ˜€

saljuuuu

Percayalah, salju itu ya cuma kaya es gosok aja koq! πŸ˜€

Tahukan Kamu?
Kata ‘Salju’ itu ternyata berasal dari bahasa Arab lho..
Informasi menurut Wikipedia sih begitu, cek di sini.

Salju Pertama, Selalu Dinanti!?

Beberapa tahun lalu ketika saya berkesempatan ke negeri ginseng saat musim dingin, saya berkesempatan berinteraksi dengan penduduk lokalnya. Dari sana saya bisa menarik kesimpulan… meskipun salju bisa dipastikan selalu hadir setiap tahunnya, ternyata turunnya salju pertama kali setiap tahunnya tetap menjadi topik pembicaraan sendiri lho.

Ketika di suatu daerah atau kota sudah turun salju pertama di Korea, sudah pasti hal tersebut akan masuk ke dalam berita dan menjadi topik pembicaraan meskipun hanya sekadar obrolan makan siang. Beberapa ada yang nampak excited, tapi tak jarang pula beberapa orang tidak terlalu suka dengan salju. Ya namanya manusia, pasti beda-beda selera ya.. πŸ˜€

Kalau perempuan tidak suka salju, (mungkin) karena tidak tahan dengan dingin atau malas apabila jalanan jadi berasa licin. Meskipun kalau saya boleh berkomentar, cewek Korea itu pahanya rata-rata pada tahan dingin. Atasnya boleh berjaket tebal, tapi rok tetap pendek dong! πŸ˜† (Mungkin saja stocking mereka sudah memiliki teknologi penghangat). Nah, kalau laki-laki tidak suka salju, biasanya karena mereka tidak mau mendapat tugas tambahan, yaitu malas apabila harus membersihkan jalanan yang tertutup tumpukan es. πŸ˜†

first-snow-korea

1 Nov 2016 – Salju pertama di musim dingin di Korea tahun 2016 !

Masyarakat negara empat musim saja banyak yang excited, gimana kita-kita yang biasa tinggal di negara tropis? Pastinya excited banget yaa sama salju! Kalau yang jawab enggak excited, bohong ah! πŸ˜› #maksa

Norak-norak Bergembira

Biasanya nih orang tropis akan melakukan hal-hal berikut ketika pertama kali melihat salju ( maap kalau terlalu subyektif πŸ˜› ) :

  1. posisi kita di dalam mobil, melihat onggokan sisa-sisa es di pinggir jalan. pasti akan excited banget menatap penuh semangat onggokan es di pinggir jalan, kepala menjadi otomatis menoleh hingga maksimal
  2. kalau ada kesempatan mendekat, sudah pasti akan foto-foto dengan onggokan es tersebut, meskipun cuma seiprit berceceran di pinggir jalan..  pengalaman pribadi πŸ˜†
  3. atau… ambil deh itu segenggam es, trus foto deh sama es salju
  4. kalau bagian yang tercover es cukup banyak, boleh lah guling-gulingan bentar. pakaian basah pikir nanti deh, kapan lagi kan ya!??
  5. bisa jadi lalu sibuk menulis nama di tumpukan es itu. I WAS HERE!! πŸ˜€
  6. berusaha bikin boneka salju, tapi akhirnya nggak kelar karena tangannya sudah mati rasa πŸ˜€

Foto-foto dengan onggokan es menjadi sangat penting demi eksistensi ya, mensahihkan diri Yes, Gue udah ngerasain salju!. πŸ˜† πŸ˜†

PERHATIAN : Tolong ganti jokes!

Salju biasanya jadi bahan bercandaan :
“enaknya ambil mangkok nih, trus tinggal kasi syrup”

ini sudah jaman milenium, plis banget yaa, tolong diganti jokes-nya!! #dikeplak πŸ˜† πŸ˜†

salju-di-korea

salah satu salju pertama saya pas dosanya belum sebanyak sekarang @ Everland Theme Park, Korea

Salju Pertamaku!

Saya merasakan salju pertama di Korea Selatan, sekitar tahun 2008/2009 lalu. Pertama kali banget sih belum berkesempatan merasakan hujan salju, tapi cuma melihat onggokan es di pinggir-pinggir jalan! Itu pun rasanya udah seneng banget, merasa sangat takjub melihat adanya tumpukan es di beberapa sudut jalan. Meskipun aslinya itu adalah sampah! Hahaha… Pemandangan yang tidak biasa kan ya, karena di Jakarta mana mungkin bisa melihat tumpukan es bisa eksis di sudut-sudut pengkolan. 

Ada satu pengalaman di tahun 2010 lalu yang tak terlupakan bagi saya. Waktu itu sekitar jam pulang kantor, hujan mulai turun cukup deras. ( Jam pulang kantor di sana itu jam 8-9an malem ya πŸ˜† ) Sepanjang perjalanan dari kantor ke hotel, saya merasakan butiran air hujan mulai terasa berubah menjadi butiran es. Tak berapa lama, hujan es itu pun berhenti dan berubah menjadi hujan salju yang sangat lembut. 

Suasana saat itu berubah mendadak romantis. Malam-malam, hujan salju tipis, berjalan menuju hotel 1 payung berdua. Romantis kan?? Harusnya sih begitu…, tapi malam itu tidak ada istilah romantis karena saya harus nebeng payung temen cowok saya. Adanya malah kita jalan cepet-cepet, buru-buru pengen sampai hotel. Hahaha… πŸ˜†

Malam itu ya sudah tidur seperti biasa. Tanpa ada ekspektasi apa-apa, ketika bangun keesokan paginya, buka jendela, dan… TARAAA… tampak pemandangan kota jadi putih semua! Magic!! Hahaha… tanpa berlama-lama langsung naik ke rooftop. Dan benar, pemandangan kota Suwon dari lantai 20 saat itu menjadi sangat langka di mata saya. Semuanya putih!! Tsantik! #norak #imblessed πŸ˜€ πŸ˜€

kota-suwon-dari-atas

kira-kira seperti inilah pemandangan kota Suwon dari lantai 20 setelah semalam suntuk dihujani salju

taman-bersalju

ini taman kota Suwon yang dihujani salju semalaman, putih!

Meskipun tampak menyenangkan begitu, bagi saya salju itu asyiknya cuma sesaat. Seperti halnya dengan hujan, kalau lagi turun hujan gitu enaknya dinikmati kan ya. Nongkrong di pinggir teras rumah, sambil memegang segelas coklat hangat, disruput dikit-dikit. Hehehe… Pun dengan salju, kalau masih turun tipis terasa asyik, macam gerimis romantis. Akan lain ceritanya kalau sudah turun dengan lebat, belum lagi kalau es sudah mengeras di jalanan, alamat kudu ekstra berhati hati dalam berjalan karena licin sekali. Kalau sudah turun salju dengan lebat, sudah pasti lebih baik mampir ke kafe terdekat untuk nongkrong-nongkrong cantik dulu. #tetep Hehehe…

salju-becek

jangan liat sisi ‘cool’-nya, kalau es sudah mencair dan becek-becek gini, jadi repot juga kan, takut sepatunya kotor

danau-membeku

ceritanya berdiri di atas di danau TjΓΆrnin, Iceland – yang membeku (sebagian), berani kan?? padahal habis foto langsung ngacir ke pinggir

 

Touch down Oslo! ❄❄ . . #oslo #norway #airport #norwegian

A video posted by Chocky Sihombing (@chockysihombing) on

Tips & Trik

  • Bersalju itu dingin atau enggak? Ya jelas dingin lah ya.. tapi suhu akan kuadrat dinginnya ketika ada angin
  • Nah, demi menahan hawa dingin (plus angin), berpakaianlah yang sopan, jangan malah buka-bukaan umbar aurat
  • Berpakaianlah dengan konsep layering alias berlapis. Mulai dari pakaian dalam, kaos, sweater/cardigan baru deh ditutup dengan jaket
  • Kalau memang negara yang kita kunjungi suhunya sedang dingin banget, perlu lah bawa jaket winter (biasanya yang berbulu angsa lebih hangat)
  • Mungkin perlu juga bawa jaket windbreaker, yang bisa digunakan sebelum jaket terluar. Tujuannya? Ya untuk menangkal angin yang kena ke tubuh
  • Pertimbangkan juga menggunakan longjohn, bakal membuat badan terasa lebih hangat karena lapisan longjohn menempel banget di kulit (mengurangi celah angin untuk langsung kena ke kulit)
  • Jangan lupa lindungi telinga dengan penutup telinga atau topi kupluk
  • Syal itu juga penting untuk menutup area leher, biar pertahanan makin rapet πŸ˜€ 
  • Sarung tangan? Gila lu Ndro kalo gak bawa!
  • Sepatu boot atau minimal sepatu outdoor akan cukup nyaman ketika digunakan berjalan di salju.
  • Bawa persediaan kaos kaki yang cukup tebal dan nyaman. Kalau gak cocok, kaki bakal kerasa basah karena lembab.
  • Kalau memang niatnya traveling ke negara yang sedang musim dingin (winter), gak usah bawa kaos banyak-banyak, toh bakal ketutup jaket terus πŸ˜› Mending investasi di jaket winter yang warna warni gitu, biar kesannya ganti-ganti kalau di foto #penting
  • Bawa tol*k angin, trust me it’s needed! Hahahaha… #IndonesiaBanget

OK, ini cerita salju pertama saya… kalau kamu?? πŸ˜€