Yang cukup membuat saya suprised dari kota Ambon adalah kondisi jalan aspal-nya yang mulus dan jalanannya cukup lebar-lebar, khususnya yang berada di pinggiran kota. Kalau di tengah kotanya sendiri sih ya tetep ada yang jalanannya agak sempit. Tapi beneran deh, aspalnya terlihat halusss gitu. πŸ˜€

Soo, masa iya cuma jalanan aspalnya aja yang bagus di sana? Ya enggak lah ya.. πŸ˜† Memiliki waktu 2 hari 1 malam di kota Ambon, saya sempat main-main ke beberapa obyek wisata Ambon. Eh, enggak cuma beberapa sih, kalau sampai sekitar 8 obyek itu dihitung beberapa atau banyak ya? Hehehe… Oh iya, karena jaraknya yang lumayan jauh dari satu lokasi ke lokasi lain, paling enak untuk keliling kota Ambon ya sewa mobil ya. πŸ™‚

Jadi, selama 2 hari 1 malam sempat ke mana saja? Berikut ini obyek-obyek yang sempet saya dan travelmate kunjungi, urut mulai dari pagi hari pertama yaa… Dimulai sekitar jam 9 pagi WIT, setelah sarapan di hotel tentunya. Di kota Ambon ini bisa hemat menginap di hotel karena cukup banyak pilihan budget hotel di sana. πŸ˜€

halo-ambon

Ambon – Indonesia !!

1. Patung Martha Christina Tiahahu
Dimulai dari Patung Martha Christina Tiahahu yang berjarak kurang lebih 30 menitan dari pusat kota Ambon. Sudah pada tau kan siapa Martha Christina Tiahahu? Kebangetan lah kalau gak tau. Β Saya yang dulu nilai ujian Sejarah-nya jelek aja tau koq. πŸ˜† (Yang bener adalah Martha Christina Tiahahu ya, bukan Christina Martha Tiahahu)

Patung ini dikeliling sebuah taman. Lokasi taman ini ada di atas bukit begitu dengan pemandangan kota Ambon di kejauhan. Untuk menuju ke lokasi patung kita harus naik sekian ribu anak tangga gitulah. Tenanggg.., gak sampai ribuan anak tangga koq, entah ada berapa jumlahnya, tapi gak bikin capek-capek amat koq. πŸ˜€

patung-christina-martha-tiahahu

maaf backlight #penting – photo by Rembulan

2. Gong Perdamaian
Obyek Gong Perdamaian iniΒ sepertinya sudah jadi ikon dan obyek wajib kunjung kalau di kota Ambon ya. Awalnya saya pikir lokasinya ada di tengah gunung, di atas bukit atau di mana begitu. Eh ternyata lokasinya ada di tengah kota banget. Kalau ambil foto dari angel normal, bakal terlihat ruko-ruko di sekitar sebagai background si Gong Perdamaian. πŸ˜†

Apalagi waktu ke lokasi Gong Perdamaian ini, entah kami kepagian atau hari itu lagi ada sesuatu. Pagar taman di sekitar Gong Perdamaian ini ditutup, jadilah kami cuma foto-foto di luar pagar. Tak apa lah.. πŸ˜€

gong-perdamaian-ambon

Nah, di seberang Gong Perdamaian ini ada Lapangan Merdeka kota Ambon. Semacam alun-alun kota Ambon gitu kali ya. Di sini juga ada patung Pattimura.

Oh iya, kalau ke Lapangan Merdeka di Ambon,Β jangan lupa pakai pakaian warna oranye! Kenapa?? Liat aja foto pertama di post ini, cucok kan?? πŸ˜›

3. Pantai Pintu Kota
Nah, selanjutnya kami mengunjungi pantai Pintu Kota, yang sudah menjadi ikon kota Ambon. Jangan dibayangkan ada pintu beneran di pantai ini ya, melainkan ada sebuah tebing yang menjorok ke laut di mana tebing tersebut berlubang di tengahnya. Lubang di bawah tebing ini bentuknya menyerupai pintu gerbang besar gitu. Gara-gara bentuk ini kali ya makanya disebut Pintu Kota. cmiiw πŸ˜€

Di pesisir pantai ini terdapat banyak batu-batu karang. Pasirnya pun didominan dengan batu kerikil dan karang. Kayanya kok agak gak umum main-main air di pantai ini ya. Basah-basahan sih bisa aja di sekitaran bibir pantai, tapi kalau mau sampai main ombak, mendingan enggak deh. Ombaknya kenceng! Kalau mau menghabiskan waktu, mendingan juga nongkrong di pinggiran sambil minum air kelapa muda.

pantai-pintu-kota-ambon-2

pantai-pintu-kota-ambon

yang dibelakang sana tuh si ‘Pintu Kota’ πŸ˜€

4. Batu Lobang
Tidak terlalu jauh dari pantai Pintu Kota, kami bergeser ke obyek wisata Batu Lobang. Kali ini wisata goa begitu, yang terletak di pinggir tebing dengan pemandangan ke laut lepas. Jangan bingung ya, meskipun di pantai Pintu Kota tadi ada bukit berlubang besar, tapi yang disebut Batu Lobang yang goa ini. Hehehe…

Untuk menuju goa Batu Lobang, kita perlu turun tangga yang cukup curam. Menurut saya, Batu Lobang ini ya semacam goa. Tidak terlalu dalam ‘masuk’ ke dalam begitu, tapi berlubang-lubang sehigga bisa dilewati manusia, meski ada di beberapa bagian kita perlu agak menunduk.

batu-lobang-ambon

penasaran ada apa di dalamnya? dateng aja sendiriii… πŸ˜€

5. Museum Siwalima
Lepas dari main-main di tebing, selanjutnya mampir ke Museum Siwalima. Museum ini museum tentang ‘sejarah’ orang Ambon. Kalau menurut Wikipedia, kata Siwalima berasal dari dua kata, yakni siwa dan lima. Siwa berarti sembilan yang diambil dari kata Ulisiwa yang bermakna kumpulan 9 kerajaan di wilayah selatan Maluku, sedang kata lima yang berarti lima diambil dari kata Patalima yang bermakna kumpulan 5 kerajaan di wilayah utara Maluku.

Di museum ini kita akan menemui koleksi budaya dan sejarah tentang Maluku. Yang saya ingat di sini ada daftar marga / nama-nama keluarga di Ambon. Ada kali ya ratusan atau mungkin lebih dari seribu nama keluarga di Ambon. πŸ˜€

museum-siwalima-ambon

duh, gw lulus gak yaaa… *nama gw ada kan? #lah

6. Pantai Natsepa
Sebenernya pada waktu ke pantai Natsepa ini bukan main-main di pantainya sih, tapi demi makan rujak Natsepa aja. Cuma karena lokasi penjual rujak ada di pinggir pantai persis, jadi bisa dianggap sudah main-main ke pantai Natsepa ya. Hehehehe..

Makan rujak Natsepa ini jadi penutup jalan-jalan keliling kota Ambon di hari pertama. Trus malamnya ke mana? Ya balik hotel, istirahat dan mandi-mandi trus makan malam deh. Di mana? Cukup di KFC aja, gak perlu saya tulis di sini lah ya..!? Hahaha… (cari yang deket sama hotel aja sih waktu itu) πŸ˜€ πŸ˜€

pantai-natsepa-ambon

7. Kolam Air Waiselaka – Belut Raksasa
Hari kedua di Ambon, obyek yang kami kunjungi lebih berada di luar kota di mana tujuan pertama kami adalah ke kolam belut di Air Waiselaka. Bukan belut biasa ya, tapi ukurannya jumbo atau besar kalau tidak mau disebut raksasa. Ya kurang lebih 1 meteran kali ya panjang si belut. Nah, untuk ‘memanggil’ belut ini perlu dibantu pawang khusus yang ada di sana. Memanggilnya pun dengan dipancing dengan diberi telur ayam mentah begitu.

Menurut mitos, belut yang dipanggil Morea ini merupakan penjaga dari mata air di kolam Air Waiselaka ini. Airnya sendiri sangat-sangat jernih layaknya air kolam renang, padahal ini air-nya alami. Dasar kolam pun masih terlihat dengan cukup jelas. Air Waiselaka ini sepertinya banyak dimanfaatkan oleh penduduk sekitar seperti untuk mandi atau mencuci pakaian. Aseli jernih banget! πŸ˜€

kolam-air-waiselaka

belut-di-air-waiselaka

8. Air Terjun Waai
Obyek wisata terakhir yang kami kunjungi di Ambon adalah Air Terjun Waai, last but not least. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Kolam Air Waiselaka tapi agak-agak menantang. Semi offroad begitu. Terasa lebih menantang karena kami naik inopah, dan gak kuat nanjak dongg… Yang akhirnya kami harus turun dan berjalan kaki menanjak begitu. Waktu itu juga kondisi sangat terik, kering dan berdebu, bikin pengen buru-buru nyuci sepatu. Hahahaha… πŸ˜†

menuju-lokasi-air-terjun-waai

Mobil yang kami gunakan di awal di parkir di bawah. Setelah berjalan kaki menanjak begitu, kami lanjut pakai mobil lain yang (kebetulan) ada di atas. Dari lokasi mobil diparkir, perlu jalan treking menurun begitu untuk menuju ke air terjun Waai ini. Eh ternyata pas sampai di bawah, kami baru sampai di sungainya saja. Air terjun Waai sendiri ada di atas di balik batu-batu begitu.

OK, perjuangan belum berakhir bro! Kita perlu naik manjat-manjat batu begitu untuk menuju lokasi air terjun. Pas sudah sampai… glek! Rasanya pengen nyeburrr..! Air terjunnya sendiri tidak terlalu tinggi dan deras, tapi air di bawahnya itu lho. Jernih, adem dan seger banget! Bikin pengen nyebur dan main-main air. Sayang banget waktu itu saya gak persiapan untuk main-main air alias gak bawa baju ganti. πŸ˜† Kalau ke sini wajib hukumnya bawa baju ganti yaa, biar bisa basah-basahan gitu deh! #ehh

Dan air terjun Waai ini jadi obyek wisata terakhir yang kami kunjungi sebelum akhirnya ke bandara lagi untuk kembali ke Jakarta. πŸ™‚

air-terjun-waai-ambon-3

air-terjun-waai-ambon

lagi galau, nyebur enggak nyebur enggak nyebur enggak – dst…


Perjalanan Jakarta – Ambon

Penerbangan Jakarta ke Ambon ditempuh kurang lebih selama 3,5 – 4 jam perjalanan udara. Ada beberapa maskapai yang saat ini sudah punya rute langsung dari Jakarta ke Ambon, pilihan jam keberangkatan pun ada lumayan banyak. Temen-temen bisa dapat tiket pesawat di Wego, banding-bandingin harga dan pilih penerbangan dini hari alias jam 12an malam aja.

Kenapa dini hari? Karena kalau berangkat jam segitu, sampai di bandara Pattimura Ambon (AMQ) adalah jam 4 pagi WIB, alias jam 6 WIT. Kan pas tuh, jam tidur ada di pesawat, sampai Ambon pas jam bangun, langsung bisa ngebolang deh.. Waktunya bisa sangat efektif! Jangan lupa mandi yaa, minimal gosok gigi deh. Hehehe… πŸ˜€

Dari bandara Pattimura ke pusat kota Ambon, saat saya ke sana butuh waktu 1 jam karena jembatan Merah Putih belum nyambung! πŸ˜† Sekarang sudah nyambung tuh, paling cuma butuh waktu nggak sampe setengah jam sudah bisa sampai kota Ambon dari bandara, vice versa! πŸ˜‰

ambon-travelmate

Panji – Rembulan – Chocky – Anggaditya