Adalah keberuntungan kalau tiba-tiba penerbangan kita yang seharusnya kelas ekonomi, tiba-tiba di-upgrade menjadi kelas bisnis, gratis! Itulah yang saya rasakan bersama maskapai Etihad pada penerbangan rute Abu Dhabi ke Jakarta beberapa waktu lalu. Yeay!! πŸ˜€

Penerbangan Abu Dhabi – Jakarta kala itu merupakan penerbangan lanjutan dari rute sebelumnya, yaitu Amsterdam – Abu Dhabi. Proses check-in sudah dilakukan di bandara Schipol, Amsterdam. ‘Economy Class’, begitulah yang tertulis pada boarding pass dua penerbangan saya waktu itu.

Nah, ketika pemeriksaan terakhir sebelum masuk ke pesawat, lampu penanda pada petugas berwarna merah, bukan hijau, yang artinya ada sesuatu yang tidak beres. πŸ˜† Tiba-tiba petugas mengambil bolpen dan mencoret nomor kursi saya, dari 18C menjadi 09F dan menginformasikan bahwa kursi saya di-upgrade menjadi bisnis.

Eh? Seriusan kah??? πŸ˜†

Masih diselimuti rasa tidak percaya, saya terus berjalan menuju pintu pesawat melalui garbarata. Dan benar saja, ketika saya menunjukkan boarding pass, oleh pramugari saya diarahkan ke kabin kelas bisnis!!

business-class-etihad-airways

kabin kelas bisnis Etihad Airways

Wohooo! Dengan perasaan yang masih nggak PD dan kurang yakin, saya tetap berusaha stay cool sambil menaruh tas di bagasi di atas. Selama duduk, sambil ditawarin welcome drink, perasaan saya masih tetap tidak tenang selama pintu pesawat belum ditutup. Kalau ternyata ada kesalahan dan saya harus balik ke ekonomi lagi kan gak lucu! Hahahaha….

OK, setelah sekitar 30 menitan kemudian, pintu pesawat ditutup dan segera persiapan untuk take-off. Ternyata saya memang harus menerima kenyataan kalau saat itu saya benar dipindah ke kelas bisnis! Inilah kali pertama bagi saya duduk di kelas bisnis untuk penerbangan jarak jauh begini (long-haul flight). Hasekk..! πŸ˜€


Tempat Duduk

Tempat duduk kelas bisnis yang sudah cukup lega, bisa diatur sesuka hati pula. Membuat kita bisa mencari posisi yang paling nyaman buat kita beristirahat. Pada kursinya ini juga terdapat fasilitas massagers lho! Kalau diaktifkan, kursi akan bergetar-getar sesuai dengan lokasi menu pijit yang dipilih. Cuma getar aja koq, gak ada sesuatu yang timbul trus mijit-mijit. ** What do you expect sih!? πŸ˜†


Makanan & Minuman

Dimulai dari welcome drink, snack dan minuman setelah take-off, hingga satu set makanan mulai dari makanan pembuka, utama dan penutup. Dari semua yang ditawarkan pun terdapat beberapa pilihan menu yang bisa kita pilih. Untuk minuman setelah lepas landas, saya meminta kopi, eh yang datang secangkir kopi lengkap dengan snack macam kenari dan kacang mede, plus sebutir coklat, tak lupa sedikit susu untuk tambahan pada kopi.

Makanan pembuka saya memilih sup asparagus plus roti. Makanan utama saya memilih steak saja. Selang 1-2 jam berikut, saya baru meminta untuk makanan penutup berupa ice cream. Kapan makanan-minuman dikeluarkan atas permintaan kita. Ini penting ya, perlu diatur, kalau langsung keluar berurutan tanpa jeda, kayanya lambung juga gak muat. Hahaha…

food-on-board-etihad

(ki-ka) atas : coffee time – appertizer | bawah : main course – dessert


Fasilitas

Terasa sekali ya perbedaan fasilitas yang diberikan antara kelas Ekonomi dan Bisnis. Pada kelas Bisnis ini selain lebih lengkap, kualitasnya juga terlihat lebih baik. Selimutnya lebih tebal tapi juga lebih lembut. πŸ˜€

Amenities-nya juga tidak terkesan ‘asal ada’. Lengkap dan yang langsung saya gunakan adalah lip-balm! Penting banget tuh apalagi bibir saya sudah terasa kering setelah beberapa hari sebelumnya menghabiskan waktu di tempat dingin.

Dan… yang paling saya suka adalah headset-nya ya, nyaman dan suara yang dihasilkan pun mantap. Enak banget buat nonton film atau dengerin musik. πŸ˜€

fasilitas-etihad-bisnis

business-class-etihad-airways-dimm

selamat tidurrr…. πŸ˜€


Pelayanan

Untuk pelayanan tidak perlu diragukan lagi ya, jelas memuaskan. Apalagi di kelas bisnis ya, jumlah penumpangnya tidak banyak, kalau tidak salah saat itu jumlahnya 40an orang saja. Dengan jumlah tidak sebanyak kelas ekonomi, layanan dari pramugari / pramugara terasa menjadi lebih personal ya. Bisa minta minum kapan saja, bisa minta makanan dikeluarkan kapan saja, bahkan bisa minta tolong mencarikan kacamata yang terjatuh, sampe nunduk-nunduk di sela-sela kursi. #ehh >>> Bukan saya lho ini! πŸ˜›

etihad-airways

Ah, penerbangan Abu Dhabi – Jakarta yang ditempuh dalam waktu 7 jam pun terasa cepat dan menyenangkan. Ditinggal nonton-makan-ketiduran – dibangunkan – ngunyah lagi – ketiduran lagi, eh tau-tau sampai! Hahaha.. Ternyata memang enak ya terbang di kelas bisnis begini, terbang selama 7 jam enggak bikin badan jadi capek yang gimana-gimana. Saking nyamannya bikin ngantuk terus, jadi bikin telat ngantor besok paginya. *alasan* πŸ˜†

Terimakasih – Thank you – Shukran Etihad! πŸ˜‰