Di awal tahun begini, menurut saya banyak rekan blogger yang membuat tulisan yang tidak jauh dari dua topik terhangat. Yang pertama yaitu mengenai review tentang perjalanan blog mereka selama tahun 2015, dan yang kedua mengenai resolusi 2016.

Untuk topik pertama, saya tidak tau mengapa di akhir 2015 lalu, review tahunan menjadi sesuatu yang cukup booming. Khususnya pada blog ber-platform WordPress. Pengalaman saya sih review begitu sudah ada bertahun-tahun lamanya, tapi mungkin karena dunia per-bloggingan di tahun 2015 lalu memang sepertinya lagi heits banget, jadi lah topik review menjadi sesuatu yang cukup menjadi tren. Saya? Seinget saya sih saya tidak pernah nge-post tentang review blog tahunan begitu. Saya gak cukup PD dengan hasil review tahunan begitu, daripada sakit hati lihat produktivitas nge-blog saya, hahaha…

Kedua, mengenai resolusi tahun baru. Saya sendiri pada dasarnya enggak pernah membuat sebuah daftar resolusi tahunan. Yang penting sih tiap harinya berusaha untuk lebih baik saja. Ada kesempatan bagus di depan mata, ya hajar bleh. Ada rencana mendadak, ya kalau memang ada kesempatan kenapa enggak langsung hajar saja? πŸ˜€ Gak usah menunggu ganti tahun lah. Misal nih, tiba-tiba minggu ini ada maskapai banting harga tiket promo, ya udah langsung hajar deh meskipun di tahun ini belum ada ‘resolusi’ untuk mengunjungi tujuan tsb. * tetep yah, pikirannya gak jauh-jauh sama traveling πŸ˜† *

Lalu, apa salah ngepost antara dua topik tersebut? Tidak, tidak ada yang salah koq. Toh itu ‘rumah’ mereka masing-masing, apa hak saya nyalah-nyalahin orang. Hehehe… Mungkin kalau sudah cukup PD dengan prestasi ‘blogging’, saya juga akan melakukan hal yang sama. πŸ˜€

Kalau blogger lain banyak menulis tentang dua topik tersebut, kali ini saya sengaja menulis tentang topik yang beda dari yang lain. Bukan ‘Resolusi 2016’ tapi ‘Lelah #daruratPiknik‘. Kok ‘Lelah’ ? Iya, bener kok, tentang efek dari kelelahan yang saya alami mulai dari akhir 2015 hingga awal tahun 2016 ini. Ternyata efek dari kelelahan itu jelas terpampang nyata lho, salah satunya ya jadi kurang fokus. Kirain cuma di iklan saja, tapi ternyata kekonyolan akibat kurang fokus itu bisa kejadian lho. πŸ˜†

Lelah

Jadi ceritanya, sebalik dari trip KoreaΒ saya di pertengahan Desember lalu, balik Jakarta langsung masuk kerja dan terus menerus belum ada waktu untuk beristirahat hingga pertengahan Januari 2016 ini. Masuk kerja terus menerus ini berarti sebenarnya yah, termasuk libur tahun baru dan weekend. Absensi gak pernah kosong dan nyaris setiap harinya pulang larut malam. Tradisi keluarga berkumpul di malam dan hari Tahun Baru pun harus dikesampingkan demi nusa dan bangsa. *sok iyes*

Kenapa saya menulis post ini? Yang pertama, anggap saja sebagai pemanasan saya untuk menulis blog post dan lain-lainnya. PR saya untuk menulis masih cukup banyak, butuh pemanasan supaya otak, pikiran dan jiwa ini agar kembali ‘alligned’. Kedua, sebagai semacam reminder saya tentang bagaimana saya membuka tahun 2016 ini.
One day you’re going to look back and laugh at all of this … πŸ™‚

Please jangan bilang ke saya peribahasa ‘Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.’ Barangsiapa berani mengatakan hal tersebut, akan saya tanya balik, kapan batas waktu berakit-rakit tersebut? Bisa jawab? πŸ˜›


Ngalahin Diet Mayo

Reaksi bermacam-macam yang saya dapatkan dari orang-orang yang jarang bertemu trus tiba-tiba melihat saya akhir-akhir ini. Mulai dari reaksi yang paling umum “Kok tambah kurus?“, hingga ekstrimnya ada yang nanya “Habis sakit mas? Kok kurus banget?

Pernah pula ada yang sekalinya ketemu nanya “Matanya kenapa mas?”. Dengan nada bingung saya balas “Mata? Mata saya kenapa?” Jawabnya “Merah gitu, kaya kurang tidur” (Spontan pengen teriak “Helllooooow” sambil mainin jari telunjuk ke kiri ke kanan dari atas ke bawah)

Terbukti kan, enggak perlu diet Mayo sampai jutaan gitu kalau cuma mau kurus!


Tanggal Berapa Sekarang

Sabtu pagi, masih di atas kasur, nyawa belum kekumpul 100%, ada telpon masuk ke HP saya. Ternyata penelepon adalah CS sebuah bank yang mengingatkan bahwa saya belum membayar tagihan kartu kredit, sudah jatuh tempo sejak tanggal 6 Januari 2016 lalu. Reaksi spontan saya “Eh, sekarang tanggal berapa sih?“. Suara di seberang sana menjawab halus “Sekarang sudah tanggal 9 pak, sudah terlambat 3 hari”.

Menggunakan kartu kredit bertahun-tahun, jarang sekali saya sampai telat bayar seperti ini. Pikiran sudah bercabang-cabang ke sana ke sini, menjadikan saya benar-benar lupa tanggal. Tolong jangan salahkan kartu kredit-nya ya, karena keteledoran ada di saya. Kalau ada yang gak suka dengan kartu kredit, mungkin dia belum pernah ngerasain ngopi-ngopi gratis di bandara, nunggu-nunggu congkak di Executive Lounge bandara, atau malah terbang gratis.

Lelah lagi


Salah Oper

Ceritanya dulu penghuni meja kerja saya sebelumnya adalah mas Ad. Mas Ad ini sudah mutasi, jadi pindah meja kerjanya. Nah, tiba-tiba ada panggilan masuk ke telp meja saya mencari mas Ad. Biasanya saya akan jawab kalau mas Ad sudah pindah, tolong bisa hubungi ke nomor 1234. Waktu itu saya cuma mikir karena panggilan bukan untuk saya, reflek saya bilang “Oh sebentar ya” sambil mengoper gagang telepon ke teman samping meja saya.

Saya sadar kalau sudah salah oper telepon sesaat ketika temen samping menjawab telepon “Saya Ar mbak“. Saya baru sadar, oh iya yang dicari kan Ad, bukan Ar, kenapa saya oper ke Ar. Kenapaaa??? 😳


Twitter Kena Hacked

Terimakasih untuk kamu yang sudah nge-quote twit saya kala itu. Gara-gara di-quote, saya jadi tahu ada yang gak beres karena notifikasi berbunyi di HP. Ketika saya lihat, lhaaa… kok dia nge-quote twit yang saya tidak merasa nge-tweet itu. Mana twit-nya berbau-bau porno pula. OMG, langsung panik! πŸ˜†

Langsung hapus twit yang enggak banget itu plus langsung ganti password. Gak lupa saya minta temen untuk hapus quote-nya. Hahaha… Kurang tau kenapa, yang saya ingat pagi itu saya cuma asal play-play video dari web. Ada salah satunya yang minta macam permisi untuk akses ke twitter. Dasar mungkin lagi gak fokus, asal yes-yes aja. Bawaanya sekarang jadi agak parno.

Selang beberapa menit kemudian, ada yang nge-WA ngabarin kalau profile Twitter saya masih keliatan nge-share porno itu tadi, padahal sudah saya hapus. Mungkin karena masih belum ter-refresh 100% kali ya. Ah ya sudahlah, yang penting sudah saya hapus dan enggak merasa nge-twit itu. Pasrah aja, daripada pusing pala berbie. πŸ˜† πŸ˜†


Mendapat Jackpot

Jackpot di sini bukan hadiah undian atau duit atau sebagainya. Mengawali pagi hari dengan kepala berat dan semangat yang sudah kocar kacir, saya tetap memaksakan diri berangkat kerja. Di kantor sempat mengikuti 1 meeting, perut sudah mulai mual. Selesai dengan meeting tersebut, lanjut ngobrol-ngobrol dengan tim teknis. Lha, perut makin mual. Sampai akhirnya toilet kantor saksi saya mendapat jackpot. πŸ˜†

Rehat sebentar, coba untuk merem sebentar (kebetulan sudah jam istirahat – sholat Jumat). Ajaibnya, gak butuh waktu lama kondisi badan langsung OK. Rasa mual hilang. Dan percaya atau tidak, rasa ‘eneg’ sama kerjaan pun rasanya ikut menghilang luruh bersama makanan yang saya keluarkan siang hari itu! Pikiran bisa jadi lebih ‘terang’ dalam melihat kerjaan. Mungkin saya memang sudah terlalu eneg waktu itu. πŸ™‚

dibilang juga apa, lelah


Ada Acara? #kode

Jumat mendapat jackpot sudah menjadi warning bagi saya “OK, I need a break“, artinya adalah “OK, aku butuh piknik“. Weekend setelah Jumat Jackpot saya memutuskan untuk istirahat. Saya berencana untuk bersih-bersih sarang, membereskan urusan-urusan personal yang terbengkalai, dsb. Urusan pekerjaan juga belum bisa dibilang beres. Bunyi tang-tung-tang-tung push-mail di HP tidak berhenti sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Saya berusaha untuk baca sekilas-sekilas, jangan terlalu dipikir yang penting tetep update. Intinya sih akan ada kerjaan yang perlu dilakukan di Sabtu pagi itu.

Hingga akhirnya setelah email terakhir masuk ada panggilan datang ke HP saya pagi itu. Kalimat kedua yang saya dengar setelah kata “Halo” adalah “Chock, kamu ada acara gak pagi ini?
OK, saya lelah. Saya butuh piknik.

everest-morning-call

Pengalaman Tak Terlupakan 2015 – habis sarapan sambil liatin Everest, ada telpon dari kantor via Line Calls. @ Nepal, Maret 2015
Terimakasih A’a Panji.Arafat untuk candidnya ini

source gambar sini, sini dan sini