3 Desember 2010, menjadi sejarah baru bagi saya *lebay*. Ya, akhirnya saya naik Kereta Api untuk pertama kalinya setelah sekian belas tahun yang lalu. Mungkin terakhir kali sekitar tahun 90an saat saya masih imut-imutnya duduk di bangku Sekolah Dasar. πŸ˜€

Naik kereta api di sini maksudnya adalah kereta api jarak jauh ke luar kota ya… KRL, kereta wisata, Subway Train atau MRT gak masuk itungan… πŸ˜€

Awal Desember lalu, saya jalan-jalan ke Jawa Timur, salah satunya berwisata erupsi gunung Bromo. Dengan pertimbangan jam keberangkatan yang paling malem (pukul 21.30 WIB), akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan KA Argo Bromo Anggrek, atau yang lebih populer disebut KA Anggrek saja. FYI, saya membeli tiket-nya melalui telepon / call centre.

Stasiun Pasar Turi, Surabaya

Stasiun Pasar Turi, Surabaya

KA Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta – Surabaya berangkat dari Stasiun Gambir (Jakarta) dengan tujuan akhir di Stasiun Pasar Turi (Surabaya).

Jadwal berangkat kereta ini aselinya jam 21.30 WIB seperti yang tertulis di tiketnya, tapi ujung-ujungnya kereta baru berangkat mulai jam 22.00 alias jam 10 malem alias molor setengah jam. :hammer: Di jadwal yang saya tau pun, seharusnya KA ini tiba di stasiun Pasar Turi pada jam 7 pagi, eh prakteknya sampai Surabaya jam 9 pagi, molor 2 jam… :nohope:

KA Argo Bromo Anggrek ini HANYA berhenti di 4 stasiun besar, yaitu setelah dari stasiun Gambir, KA akan berhenti di stasiun Cirebon, stasiun Pekalongan, stasiun Semarang dan tujuan akhir stasiun Pasar Turi Surabaya. Berhenti di tengah jalan tidak masuk hitungannya ya… :peace:

Fasilitas standar dari KA Argo Bromo Anggrek ini antara lain AC *pasti*, TV LCD, bantal, selimut dan ada colokan listrik di samping setiap kursinya.

KA Argo Bromo Anggrek

Daleman KA Argo Bromo Anggrek, salah satu bantalan kepala di seat sudah ada yg hilang :hammer:

Mengenai keretanya sendiri, jujur saja, KA Argo Bromo Anggrek ini, meskipun KA Eksekutif tapi terlihat sangat tidak eksekutif. Benar-benar di bawah ekspektasi deh. :nohope: Dari interior yang tidak terlalu bagus, pijakan kursi sudah banyak yang rusak, eh pertama kali masuk banyak nyamuknya pula. :hammer:

Memang bebas dari penjual-penjual dari luar sih, yang ada malah orang-orang kru kereta itu sendiri yang lalu-lalang berjualan makan dan minum. Masih bisa saya maklumi sih kalau memang ada penawaran jual makan minum, tapi cara pembayarannya itu lho. Setelah semua dilayani, trus beberapa jam kemudian saat banyak penumpang sudah tidur, baru deh mulai ditagihin satu satu. Jadi dengan sengaja para penumpang yang tadi ada transaksi harus dibangunkan dari tidur. Menurut saya sih harusnya ada cara lain yang lebih nyaman. πŸ™‚