:: Day 1 – Kamis, 27 Mei 2010 ::

Kamis pagi kita berangkat dari Cikarang menuju ke Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Penerbangan Air Asia Jakarta-Phuket adalah jam 11.20 WIB. FYI, meskipun basis Indonesia Air Asia di Terminal 3, untuk penerbangan internasional tetep di Terminal 2 (International Flight Terminal) Soekarno Hatta.

Untuuuung banget berangkat jam 7 pagi (setelah sempat berdebat antara berangkat jam 7 atau 8 ) karena ternyata sesampainya di tempat check-in, wah, antrian loket Air Asia bikin stressss…. udah mengular kesana kemari, belum lagi antri di bagian Imigrasi-nya.

Mana waktu kita antri, petugasnya sempat “minta ijin” ke toilet, sementara waktu udah mepet! :nohope: alhasil kita pun gak sempat namanya duduk-duduk di ruang tunggu, alias langsung buru-buru masuk pesawat… :hammer:

Thailand Arrival Card

Thailand Arrival Card

Chocky Elly Wawan Mpit Eriek

the team... ^^ Chocky Elly Wawan Mpit Eriek

Waktu tempuh Jakarta-Phuket sekitar 3 jam dan kita pun akhirnya menginjakkan kaki di Phuket International Airport (HKT) sekitar jam 2 siang. Antara Jakarta dan Phuket gak ada perbedaan waktu. Keluar dari bagian Imigrasi Phuket, kita langsung disambut meja dan rak2 berisi brosur-brosur dan peta-peta wisata, jadi jangan khawatir masalah peta. yang jelas kerasa banget bahwa pariwisata di sana bener-bener digarap!

Phuket's Sky

Phuket's Sky

OK, tanpa basa-basi kita langsung menuju pintu keluar dan menuju ke tempat parkir bis bandara. Dari pintu keluar bandara Phuket, langsung ambil kiri terus mentok aja sampe ketemu bis warna Orange seperti ini :

Phuket Airport Bus

Phuket Airport Bus

Bis bandara ini jurusan Airport – Phuket Town dengan tarif 85 Baht/orang. Perjalanan yang dibutuhkan sekitar 1 jam dari Airport ke Phuket Bus Terminal yang terletak di Phuket Town. Kebetulan untuk hari pertama, kita sudah booking kamar di Phuket Backpacker Hostel yang terletak di Phuket Town. Begitu sampe di Phuket Bus Terminal, jreng jreng… kita semua bingung itu terminal kok sepi banget! 😀 kalah jauh lah sama terminal Lebak Bulus Jakarta punya… :))

Begitu turun, seperti di Indonesia langsung banyak yang menawari tumpangan ini itu seperti tuk-tuk, taxi, dsb. Tapi berhubung dasar otak kita-kita ini otak ngiriiiit, akhirnya tawaran mereka pupus semua…. :)) dan kita akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki menuju hotel. Apalagi setelah kita lihat peta, kayanya sih jaraknya cuma saiprit. 😛 Yang jelas, sejauh ini sih orang-orang yang nawarin itu cukup sopan, nggak maksa, kalau ditanya juga jawab dengan bener. 🙂

Keuntungannya dari berjalan kaki adalah :
1. lebih sehat pastinya…:D
2. bisa lebih menikmati jalanan di Phuket.
3. NGIRIT! -> sebenarnya ini adalah alasan utama… :hammer:

Dan memang benar, jalan kaki gak sampe 15 menit udah nyampe hostel-nya koq! lumayan, pengiritan euy! :)) Yang mau tau review singkat Phuket Backpacker Hostel, bisa buka di sini. <- klik! 🙂

Sehabis naruh barang di hostel, cuci muka, istirahat bentar, akhirnya kita melanjutkan perjalanan keliling-keliling spot yang dekat dengan hostel. Dengan berjalan kaki (pastinya!) kita mulai menuju ke beberapa spot terdekat, seperti Kwan Im Temple, Mae Yanang Chinese Temple, Phuket Old Town, Suanchalermprakiat 72 years Queen Sirikit the Buddhist Era 2547 (jujur, yang ini namanya copas dari internet :)) ).

KWAN IM TEMPLE : merupakan Chinese Temple tentang Dewi Kwan Im gitu. Kita waktu itu cuma foto2 dari luar, mau masuk masih berasa sungkan, karena kebetulan pas ada orang berdoa juga di deket pintu masuknya… 🙂

Kwan Im Temple, Phuket
Kwan Im Temple, Phuket

Mae Yanang Chinese Temple : sama dengan kebanyakan Chinese Temple yang lain, gak terlalu berasa “THAILAND” di kuil satu ini. tapi namanya di negara orang, foto2 di spot itu wajib hukumnya… 😀

Mae Yanang Chinese Temple, Phuket
Mae Yanang Chinese Temple, Phuket

Suanchalermprakiat 72 years Queen Sirikit the Buddhist Era 2547 : *napas dulu* ngos-ngosan deh nyebut namanyaaa… hahaha… :)) kurang tau deh sebenernya tempat ini itu apaan, yang jelas berupa taman yang cukup rapi dan menarik. dan yang paling menarik adalah adanya patung naga emas lumayan besar di tamannya.

Dragon Statue
Dragon Statue

Phuket Old Town : seperti namanya, Old Town alias Kota Tua, bangunan di daerah ini di dominasi bangunan-bangunan lawas. Kalau gak salah sih, tipe bangunannya ada pengaruh ala Portugis gitu. Kita memang gak sempat explore Phuket Old Town secara keseluruhan, paling gak cuma daerah yang deket-deket hostel aja. 😀

Phuket Old Town at night

Phuket Old Town at night

Untuk dinner, kita iseng mampir ke salah satu Restoran Thailand yang ada di Phuket Old Town, namanya Wanchan Restaurant. Syukurlah untuk cita rasa, antara Indonesia dan Thailand masih bersahabat, masih cocoklah di lidah ini… hehehe… Oh ya, meskipun seperti resto yang lumayan wah, tapi tarifnya lumayan kok, sekali makan lengkap dengan minum mungkin habis sekitar 150 Baht atau sekitar 40 ribuan. Masih masuk akal lah… 🙂

Thailand Fried Rice

Thailand Fried Rice

Setelah dinner, puas dan capek keliling spot2 tadi, kita akhirnya balik ke hostel. Eh, ternyata di jalan menuju Phuket Backpacker Hostel itu ada pasar tradisional ala Thailand. Kalau dilihat dari “kotor-kotornya” sih, sama aja seperti pasar tradisional di Indonesia. Lirik sana lirik sini, tergoda juga untuk beli mangga dan duren di pasar… :hammer:

Phuket Traditional Market

Phuket Traditional Market

Selesai makan mangga dan duren di pinggir jalan gitu, kita langsung balik ke hostel. cuci muka, dan langsung istirahat, because the real journeys started from tomorrow! 🙂

Phuket Town MAP

Phuket Town Map