Jaman sekarang, normalnya orang pasti sudah pernah mengganti handphone-nya, minimal 1x lah. Masalah seberapa sering gonta-ganti, itu tergantung orangnya! :D  Sudah pernah kepikiran nge-list handphone apa saja yang pernah dipakai?? Inilah sejarah tipe-tipe handphone yang pernah dan sedang saya gunakan hingga saat ini. Postingan penting ga penting, tapi lumayan juga buat mengenang teknologi masa lalu. :)

1. Siemens C45

Siemens C45Voila…, inilah handphone pertama saya!! :) Saya membeli hp ini kira-kira seharga 1,1 juta IDR di bulan April tahun 2002. Dulu memilih handphone ini karena memang kesengsem sama merk Siemens, di samping model sudah jauh lebih OK dibanding HP sejuta umat saat itu (Nokia 3310 – 3330), lampu layar yang digunakan pun “sudah” berwarna orange. Inget banget, kalau dilihat sekarang jadi tau ternyata sering “dikadalin” sama tukang handphone, nambah 1 ringtone aja harganya 10ribu IDR, kalo 2 ringtone sekaligus 15ribu IDR, padahal cuma make kabel gitu doang. :hammer: Belum lagi ganti-ganti logo operator, dsb! Hahaha… :)) tapi itulah teknologi ditambah jasa, harganya mahal. :D

 

2. Nokia 3350

Nokia 3350Kira-kira setahun setelah memiliki Siemens C45, saya memutuskan menjualnya dan membeli Nokia 3350. Kenapa? Dasar mata keranjang kali yaaa… alasan utamanya adalah karena Siemens C45 itu tadi susah kustomisasi ringtone. :hammer: Alasan yang sangat konyol ya kalau dipikir-pikir. :nohope:

Sementara hp Nokia 3350 (dan tipe-tipe lainnya) dengan gampangnya bisa bikin-bikin ringtone sendiri, sampe bela-belain nyatet-nyatet, browsing2 di internet, foto kopi dari majalah dsb. Doooh, katrok bener ya kalo dipikir! :))

 

 

3. Siemens M50 (masih)

Siemens M50Aselinya hp Siemens M50 ini saya dapatkan dari kakak ipar yang berencana menjual hp ini. Karena dilihat dari harga saat itu Siemens M50 hampir sama dengan harga Nokia 3350 milik saya, akhirnya kita memutuskan barter. Saya menggunakan Siemens M50 ini, sementara kakak ipar bisa menjual hp Nokia 3350 saya. :D

Kenapa balik ke Siemens lagi? Karena kalau boleh saya menilai, User Interface (UI) Siemens saat itu jauh lebih bagus daripada Nokia seri 4. Dari font-nya, dari animasi menu2-nya, meskipun terbilang masih sangat sederhana, dsb. Selain itu, Siemens M50 ini tergolong hp pertama di pasaran yang sudah memiliki teknologi GPRS.

Jaman segitu bisa buka email, baca-baca info tertentu dari internet di layar hp terasa begitu luar biasa!! :D Yah meskipun semuanya masih berbasis text, item-putih dengan model blok hitam sana sini untuk item yang dipilih, tapi memang itulah teknologi paling mutakhir saat itu! :)

Oh ya, Siemens M50 ini sampai sekarang masih aktif digunakan jualan pulsa lhooo… Fungsi telpon dan SMS masih lancar digunakan, meski untuk telepon terasa kurang jernih.

 

4. Ericsson T29

Ericsson T29Gara-gara dapet duit beasiswa nih, iseng cari 2nd mobile phones untuk bisa gonta-ganti nomer. Pada waktu itu harga perdana semakin gak berharga, yang seringkali malah lebih murah beli perdana daripada isi ulang pulsa. Jadi saya tetap bisa mempertahankan nomer utama dengan mencari hp kedua untuk gonta-ganti 2nd number. Saya memutuskan beli Ericsson T29 karena modelnya model flip! Hahaha… Saya beli “versi” batangan, hp plus charger doang (alias gak ada kardus, buku dsb), kira-kira seharga 250ribu IDR waktu itu. Hp ini sepertinya memang gak awet, baru beberapa bulan rusak di speaker phone-nya. :hammer:

 

 

5. Samsung D500

Samsung D500Saya tidak sempat mencicipi hp dengan kamera kualitas VGA (640×480). Memang pada saat itu saya merasa gak ada minat sih dari hp-hp mutakhir yang muncul saat itu, misal Nokia 3650 hingga Nokia 6600 yang sangat booming. Setelah mengetahui Samsung mengeluarkan tipe D500 ini, tipe slide-phone, langsung jatuh cinta dengan modelnya yang terkesan ekslusif banget! Baca review-review di sana-sini, hasil kamera 1.3 MPx D500 ini pun sudah cukup mumpuni, semakin mantap beli hp ini. Dulu saya beli hp ini dikisaran harga 2-3 jutaan IDR. Meski bentuknya mungil, tapi sangat pas di tangan, dan tentu…, bentuknya itu lho, elegan banget! ;)

Jadi inget, dulu ada seorang teman berkomentar bahwa saya “lompat” teknologi, dari hp gak warna, sekalinya ganti langsung hp warna dengan kamera 1,3 MPx. :hammer: Lah, kalo emang gak ada yang minat masa iya harus ganti, ya kan?? ;P

 

6. Sony Ericsson K790i (masih)

Sony Ericsson K790iDi akhir-akhir kuliah, tepatnya di bulan Februari 2007 saya memutuskan mengganti Samsung D500 dengan Sony Ericsson K790i, versi 2,5G (EDGE) dari seri K800i yang sudah berteknologi 3G. Kenapa nggak sekalian beli K800i yang sudah 3G? Ya, waktu itu teknologi 3G masih merupakan barang langka, selain itu harga teknologi 3G masih mahal. Saat itu, K800i dibanderol 3,2 juta tanpa memori card, sementara K790i seharga 2,5 juta sudah termasuk paket memori card M2 64MB. Alasan utama beli hp ini karena Xenon flash di kameranya. Ya, SE K790i dan K800i merupakan hp berkamera pertama dari Sony Ericsson dengan embel-emberl Cyber-shot.

Hp ini masih aktif saya gunakan hingga hari ini saya menulis post ini. Total sudah 4 tahun lebih dikit umurnya! :D

 

7. Nokia 2600 Classic (masih)

Nokia 2600 ClassicAwal-awal kerja, sudah bisa punya duit sendiri dan ada keinginan untuk mempensiunkan Siemens M50. :D Saya memilih Nokia 2600 Classic sebagai penggantinya. Harga yang dibanderol sebanding dengan fitur yang tergolong komplit ditambah model yang lumayan ok. Fitur unggulannya sih, layar warna, hp VGA dan ber-bluetooth. Fitur boleh OK, tapi kinerja bisa dibilang rada lemot! Kadang bikin gak sabar, tapi kalau inget-inget harga dan fitur, kayanya emang harus sabar. :D

Sempat saya gunakan 2 tahunan sebelumnya akhirnya saya “serah-terima”-kan ke ayah saya karena hp LG-nya waktu itu tiba-tiba mati mendadak. :hammer:

 

8. Samsung i550

Samsung i550Gara-gara “terdesak” akan kebutuhan untuk hp 3G *untuk bistrip*, akhirnya memutuskan membeli Samsung i550 ini, hp Samsung rasa Symbian. Yaks, inilah hp Symbian pertama saya. Dengan layar yang besar, fitur yang lengkap (Symbian OS, Wi-fi, GPS, HSDPA), didukung harga paling murah dibandingkan hp berfitur sama. Jujur saja, waktu itu hp ini adalah alternatif yg ter-OK dari sekian pilihan hp yang aselinya gak sreg di hati. Hp 3G lain dari SE, Nokia atau Samsung tipe yang lain, semuanya terasa emang belum ada yang mantep sih. :D

Entah kenapa, 1 tahun menggunakan hp ini, saya merasa nggak nyaman. Kameranya baru saya gunakan beberapa kali jepret, phonebook juga masih kosong, cuma terisi beberapa nomer yang sering ada kontak saja. Mungkin yang bikin saya kurang nyaman adalah faktor trackball navigation yang bikin capek dan karena Symbian OS-nya, tidak se-smart dari yang saya harapkan dari sebuah hp berlabel smartphone.

Memang dari dulu gak punya minat sama Symbian sih. Meski bisa di-kustomisasi ini itu, themes ini itu, saya masih suka mandangin icon-icon dari SE daripada Symbian punya. Menurut saya UI dari Symbian itu kaya “mainan”, hahaha… Maaf untuk para Symbian-lovers! :D

 

9. Samsung Omnia i900 (present)

Samsung Omnia i900Samsung lama ditendang, Samsung baru kusayang. Hehehe… Karena tingkat ketidaknyamanan mungkin sudah sampai ke titik kulminasi, akhirnya memutuskan untuk melepas si i550 dan menukar-tambah menjadi Samsung Omnia i900. Aselinya sudah cukup lama ngincer Samsung Omnia ini, tapi dulu awal-awal keluar harganya masih over budget buat saya. :D Saya memang sengaja ngincer OS Windows Mobile-nya, pengen ngerasain hp rasa Microsoft! Meskipun terasa rada kompleks dan ribet di awal, tapi setelah terbiasa, saya cukup menikmati fitur-fitur dari Windows Mobile (sekarang disebut Windows Phone).

Yang jelas, karena sama-sama ber-OS Windows, enaknya yaitu hampir semua jenis file dari PC bisa dimasukan ke hp, terutama tipe-tipe dokumen seperti Word-Excel dan PDF. :)

 

What’s next?? Ini baru survey kecil-kecilan… kebetulan hp yang SE K790i sudah mulai rada renta nih. Pengennya sih cari hp yang canggih, fasilitas lengkap, spek tinggi tapi MURAH! :))


10. Samsung Galaxy 551 (present) update 01 November 2011

Samsung Galaxy 551Sebenernya hp ini sudah saya beli beberapa bulan lalu dari tanggal saya update post ini, tapi emang beneran baru sempet update post ini. :) Kebetulan hp SE K790i saya waktu itu sudah makin parah kondisinya, akhirnya memutuskan untuk membeli Samsung Galaxy 551 ini. Kenapa?

Pertama, saya ingin mencari hp ber-OS Android. Kedua, karena saya sudah dan masih menggunakan si Omnia yang model full layar begitu, makanya pilih hp ini karena ada keyboard QWERTY-nya. Keyboard-nya berguna? Bagi saya sih sangat berguna, nyaman digunakan untuk mengetik dengan cepat. Dan alasan yang terakhir adalah karena harganya yang cocok sama budget yang ada. :D


OK, that’s all! Tentunya post ini bakal saya update kalau saya sudah menambah “koleksi” handphone lain. :D Tapi kayanya gak mungkin saya update tiap bulan, gila aja gonta ganti hp tiap bulan! :peace:

*all pictures are taken from gsmarena.com*