Post ini merupakan post edisi “curhat”, memang sengaja saya tulis di blog biar mungkin bisa jadi pengalaman buat semuanya yang nyasar ke sini. 🙂 Sesuai dengan judul, mungkin sudah keliatan bakal ngomongin tentang apaan ya, yaitu masalah kesehatan gigi. Semoga bisa diambil “hikmahnya” buat yang baca… 😀

Tidak ada keluhan apa pun tentang kondisi gigi saya saat ini. Saya memutuskan ke dokter gigi lagi setelah sekian lama. Kenapa? Tak lain karena jatah tunjangan “dokter gigi” dari perusahaan yang sudah mendekati tanggal reset. 😀 Jatah saya masih full 100% karena memang tidak pernah saya pergunakan. :hammer:

Dr_tooth

©yorkblog.com

Berawal dari iseng itu, saya datang ke dokter gigi dengan maksud untuk check-up dan membersihkan karang gigi. Dan memang benar, menurut catatan rekam medis yang ada di Rumah Sakit paling dekat dengan kos itu, terakhir kali saya ke dokter gigi adalah tahun 2008! :matabelo: Saya inget betul, dulu saya ke dokter gigi karena waktu itu gigi bungsu (geraham) saya akan tumbuh.

So, bagaimana dengan hasil check up? Ternyata benar-benar di luar dugaan. Oleh si dokter gigi, saya ditunjukkan bahwa gigi geraham lama saya paling belakang (gigi di depan gigi bungsu) bagian bawah ternyata berlubang! :nohope: Meskipun dari penampakan luar, meski membuka mulut lebar-lebar, lubang gigi itu tidak terlihat karena lokasinya yang ada di bagian belakang.

Kenapa bisa? Penyebabnya adalah karena gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna. Karena posisi gigi bungsu yang sedikit miring, sehingga membentuk celah antara gigi bungsu dan gigi geraham di depannya. Celah itulah yang akhirnya menjadi tempat menumpuk makanan yang susah dijangkau menggunakan sikat gigi. :nohope: Sebaliknya, gigi bungsu bagian atas, bisa tumbuh dengan sempurna.

Kira-kira seperti inilah ilustrasi extrim-nya, tapi gigi saya gak semiring itu lho ya… 😀

ilustrasi gigi

©animated-teeth.com

Sejauh ini lubang itu memang tidak mengganggu dan belum menimbulkan rasa nyeri sedikitpun. Ya, karena memang mungkin lubang itu belum sampai menyentuh ke bagian syaraf, jadi “belum” berasa apa-apa. :nohope:

Solusi yang ditawarkan oleh si dokter yaitu pertama cabut gigi bungsu-nya dan selanjutnya menambal lubang di gigi geraham tadi. Entah ngimpi apa harus mengenal istilah nambal gigi… :hammer: Dari kejadian ini jadi tau apa pentingnya kontrol gigi, misal minimal 6 bulan sekali seperti saran yang sering kita dengar dari iklan-iklan di tv. 🙂

Dulu sering nggak ngerti ngapain kontrol ke dokter gigi secara rutin, kalau memang nggak ada keluhan apa-apa. 😀

Kalau mau alasan waktu, mestinya bisa lah ya menyisihkan waktu 1-2 jam dalam 6 bulan sekali. Kalau alasan duit, lha dapet fasilitas dari pabrik kantor koq. Kalau alasan takut ke dokter, kok ya sepertinya gak juga. Yang penting adalah lawan rasa malaaas! 🙂