Motivasi awal memutuskan mampir Sky Bar, Kuala Lumpur karena pengen mencari best view point dari menara kembar Petronas. Setelah googling sana sini, dapetlah informasi kalau Sky Bar ini salah satu best view point dari si twin tower yang cukup direkomendasikan. Sky Bar ini berlokasi di lantai 33 dari Traders Hotel, Kuala Lumpur. Cukup 15 menit berjalan kaki dari Suria KLCC untuk menuju Traders Hotel. Ada free shuttle service-nya sih dari Suria KLCC ke Traders Hotel, cuma kayanya khusus tamu hotel, entah kita boleh numpang apa gak.. 😛

Dengan informasi yang agak minim, kebetulan pada saat saya coba akses situs resminya sedang maintenance, modal nekat aja deh boleh masuk apa gak. Kenapa ragu untuk masuk? Informasi yang saya baca sih untuk masuk ke Sky Bar ini kadang di hari-hari tertentu ada dress code nya, atau minimal Formal Casual begitu lah. Gara-gara niat ke Sky Bar ini makanya saya bela-belain bawa kemeja, meskipun ujung2nya hanya menggunakan kaos oblong saja, hahahaha…. *takut ditolak sih* Menggunakan kaos + celana panjang + sepatu kets, sebenernya tidak ada alasan untuk dibilang saltum, kecuali karena bawa backpack besar nempel di punggung! jadi ya berasa rada-rada gimana gitu… :))

sky-bar-kuala-lumpur

Sky Bar, Kuala Lumpur

Sebelum masuk ke dalam bar nya, waiter yang menyambut kita dan memeriksa ID/Paspor terlebih dahulu. Beruntung pada waktu kami ke sana kondisi Sky Bar belum terlalu penuh dan masih bisa mendapat meja di bagian pinggir dengan suguhan pemandangan menara kembar Petronas dari kejauhan! 😀 Meskipun bukan tempat paling strategis, tapi lumayan lah ya dengan itungan kami tidak melakukan reservasi terlebih dahulu. 🙂

Di bagian tengah Sky Bar ini ada sebuah kolam renang yang memang bisa dipakai berenang, tp sepertinya hanya dikhususkan untuk tamu hotel. Suasananya seperti bar / lounge pada umumnya, remang-remang dengan permainan lampu warna-warni ke seluruh sudut ruangan. Order makan-minuman, dan kami pun siap membuang duit waktu malam itu hanya dengan nongkrong di bar, ceritanya sambil menunggu jam keberangkatan bus ke Singapura pada pukul 11.30 malam. 😀

Namanya juga bar, tentunya minuman yang ditawarkan didominasi alkohol lah ya, tapi minuman non-alcohol tetep ada koq, semacam teh, kopi atau jus-jus buah. 🙂 Untuk makanan malam itu kami pesan mini burger dan kentang goreng. Review saya, dari skala 10, makanan malam itu nilainya 7/10 – minuman 8/10, ambience 8/10, viewnya juara 10/10, tapi untuk musiknya 6/10 aja lah. Bingung sama selera musik di KL, bar begitu kok lagu-lagu pilihan dj nya lagu jadul atau lagu pop, cenderung mellow, kurang ajeb-ajeb lah! hahaha… :peace:

petronas-twin-tower

View Petronas Twin Tower dari Sky Bar

Gimana nih harganya? Tidak bisa dibilang murah tapi masih cukup masuk akal untuk ukuran harga sebuah bar. Dua burger mini + kentang goreng + 2 minuman total habis sekitar 65 MYR ~ 240 ribuan IDR. Mahal? Murah? Simpulkan sendiri aja.. 🙂

Meskipun “jualan” utamanya itu lebih ke view-nya, bagusnya di sini adalah kita bebas untuk foto-foto. Awalnya agak ragu untuk bisa jepret-jepret dengan bebas, tapi ternyata boleh-boleh saja nge-foto dengan kamera di Sky Bar, Kuala Lumpur ini. Berbeda dengan Skye di Menara BCA, Jakarta yang melarang pengunjung untuk mengambil gambar dengan kamera. 😀