Akhir pekan minggu keempat bulan April lalu, jadi sejarah baru buat saya, yaitu untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di pulau Sulawesi! Mulai sedikit demi sedikit menjamah Indonesia ke arah timur lah, hehehe… Semuanya berawal dari iseng karena membeli tiket promo rute baru Air Asia, Jakarta – Makassar. Harga tiket perjalanan Jakarta – Makassar yang saya dapat adalah sebesar 5 ribu IDR saja untuk sekali jalan! 😀 *plus bagasi total 50 ribu IDR* Tanggal yang saya pilih pun beneran asal pilih, sedapetnya harga tiket yang murah, hahaha… :))

Dan karena saya belum mendapat jatah cuti *curhat*, jadilah saya memutuskan untuk membeli tiket PP hanya di akhir pekan, berangkat Sabtu pagi balik Minggu malam. Iya, cuma 2 hari saja. Kurang kerjaan? Buang-buang duit? Demi rasa penasaran? Terserah mau nilai apa, tapi a short trip escaping dari rutinitas kerja kadang dibutuhkan lho… hahaha… – serius! 😀

Jadwal penerbangan saya adalah CGK-UPG Sabtu 6.40 WIB dan Minggu UPG-CGK 19.50 WITA. Trip saya kali ini bisa dibilang nyaris tanpa persiapan, selain sok alasan kesibukan pekerjaan, weekend sebelumnya saya juga barusan dari (naik) Gunung Gede yang cuapek poll dan beberapa hari setelahnya sempet bikin pincang kaki karena pegel. :)) Sempet berpikir untuk membatalkan rencana trip ke Makassar ini, tapi namanya rasa penasaran dan adrenalin untuk ngebolang sudah pada puncaknya, jadilah trip must go on!!!

Berbekal 2 lembar boarding pass (karena sudah melakukan web check-in tentunya), saya berangkat ke Makassar Sabtu pagi. Penerbangan berangkat sesuai jadwal 06.40 WIB dan tiba di Makassar pada pukul 09.50 WITA, jadi kira-kira dibutuhkan waktu terbang sekitar 2 jam dari Jakarta ke Makassar. Keluar dari pesawat, saya disambut cuaca cerah Makassar yang ternyata panas (banget)! 😀

bandara-makassar

Bandara Makassar dan Langit Cerahnya…

Tanpa berlama-lama, toh saya juga tidak perlu menunggu bagasi, saya langsung menuju ke loket penjualan tiket Damri Bandara. Letaknya di sisi kanan persis setelah kita keluar dari pintu Kedatangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Oleh petugas Damri, saya langsung diarahkan untuk menuju ke lokasi si bus Damri ngetem. Harga tiket bus Damri Bandara adalah 20ribu IDR dengan rute Bandara – Kota Makassar (tujuan akhir di daerah Pasar Baru, dekat dengan China Town & pelabuhan).

Pada saat saya membeli tiket Damri Bandara ini, oleh petugas saya sempet dikira orang Jepang lho! :hammer: :hammer: Waktu saya bilang saya ini orang Jogja, eh si bapak malah ketawa ngakak. K*mfreeeet kamu pak! :))

tiket-damri-bandara-makassar

Karcis Damri Bandara Makassar

bus-damri-makassar

Dalemnya Damri Bandara, kecil yak… 😀

Damri Bandara Makassar ini, ukurannya cukup mini. Hanya berupa bus kecil dengan total kira-kira 15-20 seat. Bandara ke Kota Makassar, butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan, sudah termasuk sedikit macet di jalanan. Informasi dari driver bus Damri, untuk Damri trayek kota-bandara akan berangkat lewat tol, sementara trayek sebaliknya Damri tidak melalui tol, jadi ya kadang kena macet. Waktu itu pun Damri yang saya tumpangi terkena sedikit macet di awal-awal keluar dari komplek bandara. Meskipun begitu, macetnya masih belum separah Jakarta koq, yang penting enjoy the ride. 🙂 Dan akhirnya bus Damri pun sampai pada halte tujuan akhir di kota Makassar pada sekitar pukul 10.30 WITA. Welcome to Makassar!! 🙂

makassar

M for Makassar!

Part berikutnya tentang kulineran di Makassar! Cuss mampirr di sini…. 😉