Tahukah kamu kalau alat musik khas betawi Tanjidor itu asalnya dari Portugis? Tahukah kamu kalau kantor berita Antara awalnya dulu bernama Aneta? Atau ini deh, tahu nggak kalau Pasar Baru itu menggantikan Pasar ‘Lama’? Ternyata ada ya Pasar ‘Lama’? Trus di mana ya lokasi Pasar ‘Lama’?

Pasti banyak yang gak tau kan??? Pasti!! *maksa* Awalnya saya juga nggak tau kok, hehehe.. tapi jangan salah lho, sekarang saya sudah tau jawaban beberapa pertanyaan di atas karena baru saja mengikuti walking tour Pasar Baru Jakarta bersama tim dari Jakarta Good Guide (@JKTgoodguide). πŸ™‚

Passer Baroe 1820

Passer Baroe 1820

Trus, apa itu walking tour Pasar Baru? Seperti arti sebenarnya, walking tour = berwisata sambil jalan kaki, di sekitaran Pasar Baru. Ngapain aja? Belanja kain? Window shopping? Cari sepatu? Kenalan sama orang India? *mulai ngelantur* Ternyata di Pasar Baru itu gak melulu soal belanja lho. Ada banyak obyek wisata baik itu wisata cagar budaya, wisata kuliner, wisata religi, hingga wisata belanja (pastinya).

Rute Walking Tour

Salah satu Good Guide dari @JKTgoodguide ‘bertugas’ sebagai pemandu kami kala itu. Namanya mas Canda – please banget, namanya jangan dipakai becanda ya, karena saya yakin dia sepertinya sudah bosan dibecandain masalah nama, misal “nama Canda – nama lengkap Canda Tawa” #dibahas OK, back to the topic! Kami memulai walking tour dari stasiun Juanda sebagai meeting point pertama kami. Di awal kami mendapat banyak informasi mengenai area Pasar Baru dan sekitar. Sepanjang perjalanan mas Canda juga terus memberi kami informasi-informasi menarik seputar obyek yang kami kunjungi. Menjadi banyak belajar sejarah juga mengenai budaya Betawi-nya, kota Jakarta-nya, hingga spesifik ke wisata-wisata cagar alam di area Pasar Baru. πŸ™‚

walking-tour

Mas Canda dari @JktGoodGuide terus memberi pengetahuan baru πŸ™‚

Rute walking tour kami kali ini adalah :

  • Stasiun Juanda – Sekolah Santa Ursula – Gedung Filateli Jakarta
    Selain sekolah Santa Ursula dan kantornya Kantor Pos jaman dulu (yang sekarang menjadi Gedung Filateli Jakarta), sepanjang perjalanan ini kita juga bisa ‘mengintip’ Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.
  • Gedung Kesenian Jakarta
    Ternyata Gedung Kesenian Jakarta ini memiliki sejarah panjang dan menjadi saksi perjuangan dan kemajuan Indonesia. Taukah kamu kalau gedung ini dulunya juga pernah digunakan sebagai bioskop? Tahukan kamu kalau dulu lantai di gedung ini dibuat datar dengan tujuan digunakan sebagai lantai dansa? πŸ˜€
  • Gedung Kantor Berita Antara
    Siapa yang tidak tau Antara? Gedung inilah yang menjadi sejarah lahirnya negara baru bernama ‘Indonesia’. Melalui gedung inilah berita tentang kemerdekaan Indonesia dikabarkan ke seluruh penjuru negeri hingga ke luar negeri. Di dalamnya juga banyak terdapat benda-benda kuno dan klasik seputar jurnalistik.
  • Jalan Pasar Baru
    Nah, yang ini pasti yang sudah sangat familiar dengan image Pasar Baru, apalagi kalau bukan pasarnya itu sendiri! Ada apa di sini? Banyak! Meskipun sekilas tampak didominasi toko kain, pakaian dan sepatu, di sini juga bisa wisata kuliner juga, apalagi kalau jajanan tradisional seperti kue cubit, otak-otak, atau juga kerak telor.
  • Vihara Dharma Jaya (Sin Tek Bio)
    Letaknya ada di Jalan Pasar Baru Dalam Pasar *nah, bingung kan!?* Hahaha… memang lokasinya ada di dalam area Jalan Pasar Baru itu, agak masuk ke jalan kecil, atau istilah kerennya sekarang itu blusukan. πŸ˜€ Salah satu Vihara kuno yang memiliki banyak patung-patung tua.
  • Gang Kelinci – Gereja Ayam
    Setelah dari Vihara Dharma Jaya, kami menuju ke Gereja Ayam sebagai perhentian terakhir walking tour ini. Untuk menuju ke Gereja Ayam, dari Vihara Dharma Raya kami melewati Gang Kelinci yang terkenal banget dengan bakminya. Eh iya, nama asli Gereja Ayam ini adalah GPIB Pniel Pasar Baru. Kenapa disebut Gereja Ayam? Tak lain dan tak bukan karena petunjuk arah angin yang terletak di atap gereja berbentuk ayam.

Dari sekian obyek yang dikunjungi selama walking tour, butuh berapa lama ya? Walking tour dimulai pukul 15.30 dan selesai pukul 17.30, jadi dibutuhkan waktu sekitar 2 jam, dengan rata-rata perhentian di setiap obyek tadi sekitar 5-10 menit ya.. πŸ™‚

So, apakah walking tour semacam ini recommended? Kalo aku sih yes! Karena dengan walking tour itu kita bisa lebih merasakan atmosfir dan budaya dari lokasi yang kita kunjungi. Waktu sekitar 2 jam juga belum bikin capek lah ya… hehehe…

Snapshot

Karena ‘A picture is worth a thousand words‘ *halah*, berikut beberapa snapshot yang sempat saya jepret πŸ˜€ :

Tjikini

Ini semacam peta Jakarta di lantai lengkap dengan berbagai informasinya @ Kantor Antara

mesin-ketik-kuno

Mesin ketik kuno yang entah sudah berapa lama umurnya πŸ˜€ @ Kantor Antara

inside-vihara

Dupa & lilin sembahyang di dalam VIhara Dharma Jaya – Pasar Baru

inside-vihara-2

Patung ini ada di dalam VIhara Dharma Jaya – Pasar Baru, bukti akulturasi etnis TIong Hoa dan Islam-kah? cmiiw πŸ˜€

Gereja Ayam - Pasar Baru

Gereja Ayam – Pasar Baru

#TravelNBlog

Walking tour ini sendiri merupakan salah satu event dari serangkaian acara workshop TravelNBlog 4 yang diadakan oleh @TravelNBlogID. Terimakasih mas-mbak admin TravelNBlogID sudah boleh ikutan acara seru ini, See you on next event! πŸ˜‰

Walking Tour - TraveNBlog 4

Walking Tour – TraveNBlog 4 (photo by @TravelBlogID)

eh iyaa.., nyambung yang di atas, jadi.. sudah taukah mana yang dimaksud Pasar ‘Lama’ jaman sebelum ada Pasar Baru ? πŸ˜€