Malam pergantian tahun 2011-2012 lalu, jadi kesempatan saya merasakan detik-detik pergantian tahun di luar rumah untuk pertama kalinya. Selama ini bisa dibilang puncak perayaan Natal – Tahun Baru di tradisi keluarga saya ya jatuh pada malam tahun baru itu sendiri. Sudah pasti malam tahun baru jadi kesempatan kumpul bareng keluarga, tapi tidak untuk perayaan malam tahun baru lalu. Kali ini saya merayakan tahun baru di Monas! 🙂

Selain merayakan di luar, saya sendirian pula. Hahaha… Berhubung ga ada janjian apa-apa sama temen, ditambah pagi-sore-nya saya sempet ngantor dulu, jadi ya memang tidak mempersiapkan plan apa-apa untuk malam tahun baru. Temen kos dan sekitarnya pun sepertinya lebih memilih untuk menghabiskan malam di kamarnya masing-masing, ya sudah, sendiri pun tak masalah, yang penting show must go on!! 😀

Karena jarak kost – Monas yang cuma berjarak 10 menit jalan kaki, saya memutuskan untuk keluar dari kos jam 11 malam. Memang cuma niat untuk ngeliat kembang api saat pergantian tahun. Dan ternyata emang Monas jadi penuh sesak, selain banyak orang yang memang niat menunggu pergantian tahun di sana, di kawasan Monas juga diadakan sebuah acara yang baru saja selesai saat itu.

jakarta traffic

suasana traffic di depan Stasiun Gambir, Jakarta – setresh ya!? 😀

Meskipun untuk tahun ini di kawasan Monas tidak diadakan acara malam pergantian tahun, pesta kembang api juga tetep ada. Kesan pertama sih ya seru! Apalagi dari kawasan Monas ini juga bisa terlihat pesta kembang api dari berbagai penjuru di sekitar, seperti dari kantor Indosat misalnya.

Dua foto pesta kembang api semalam. * sayang banget ga bawa tripod :nohope: * Harap maklum… 🙂

kembang api

monas dan kembang api

Nah, setelah sekitar setengah jam berlalu dari tahun baru alias 00.30 WIB 01 Januari 2012, saat parade kembang api usai, para pengunjung Monas mulai deh meninggalkan kawasan tsb. Saat sebagian jalan sudah sepi, yang bikin syok itu adalah SAMPAH-nya! Parah banget… :nohope: Apa gak bisa sih ya “bawa pulang” sendiri-sendiri sampah mereka masing-masing!? Masak iya sih kepikiran dibiarin karena bakal ada yang bersihin? :hammer:

Bukannya nyombong atau bermaksud sok, tapi gimana Jakarta ini bisa maju atau bebas banjir. Mau gubernur-nya siapa aja, kalau masyarakatnya aja kaya gitu, ya sama aja be’eng. :hammer:

sampah monas

sampah!

Sampah-nya cing… ck ck ck…

aturan di monas

baca oy baca! xD

aturan tinggal aturan – kalo diberlakukan kurungan malam itu, Jakarta langsung sepi kayanya! :))

Oh ya, satu lagi pemandangan unik yang saya lihat malam itu. Cara orang cari duit itu memang aneh-aneh! 😀 Antara Monas dan Stasiun Gambir itu kan memang bersebelahan, tapi ada pagar besi pembatasnya. Nah, sementara banyak pengunjung Monas yang memarkir motor-mobil di area parkir Stasiun Gambir. Secara normal, harusnya mereka berjalan memutar lumayan jauh, keluar dari Stasiun Gambir menuju ke Pintu Gerbang Tenggara Monas.

Nah, di pagar besi pembatas antara area parkir Stasiun Gambir & Monas itu ada aja yang bolong – besinya patah. Eh, hal semacam itu ternyata bener-bener dimanfaatkan orang buat cari duit lho. Mereka akan menawarkan shortcut tersebut kepada para pengunjung dan mendapat bayaran yang entah berapa besar. Shortcut itu bisa jadi pengunjung harus menunduk untuk menerobos pagar lewat bawah, bahkan yang serunya lagi ada juga yang tiba-tiba menyediakan tangga supaya pengunjung bisa melompati pagar pembatas tersebut. :))

shortcut

ati-ati bu…, ntar jatuh, berabe…

Oh ya, shortcut macam ini gak cuma 1-2 lho jumlahnya. Di sepanjang pembatas itu mungkin ada lebih dari 5 yang jaga-jaga. Mungkin yang jaraknya paling jauh dari gerbang Monas dan paling dekat dengan area parkir Stasiun Gambir bakal paling mahal kali ya tarifnya!? Hahahaha…. bener-bener peluang ya cari duit ya? 😀 *heran*

Oh ya, ini post pertama saya di tahun 2012. Selamat Tahun Baru ya semuanya! Yang punya resolusi 2012 semoga bisa terwujud dan persentase keberhasilannya lebih tinggi dari resolusi 2011 lalu. 😀

May God bless you all…. 😉