Membelah gunung dan alam sekitar dengan pemandangan yang selalu berhasil memanjakan mata, kita mengemudikan mobil di jalan yang mulus. Nyaris selalu lurus dan berjalan terus tanpa hambatan. Tak lupa musik selalu menyertai sepanjang perjalanan. Sementara itu suhu di luar yang cukup dingin, membuat kita sangat menikmati segelas coklat atau kopi panas yang kita seruput sesekali sedikit demi sedikit menemani sepanjang perjalanan. Nikmat?? Banget!  Itu yang saya rasakan ketika akhirnya merasakan road trip di New Zealand.

Dan berdasarkan pengalaman tersebut, makanya kalau ditanya apa yang direkomendasikan ketika di New Zealand, saya selalu menjawab ‘ber-road-trip lah‘! πŸ˜€ New Zealand menawarkan pemandangan alam yang luar biasa indah. Nyaris sepanjang perjalanan dari satu kota ke kota yang lain, kita akan selalu mendapati pemandangan yang monoton… monoton indahnya alias indah semua

New Zealand sendiri merupakan negara yang amat mendukung wisata secara road trip. Sangat memungkinkan bagi kita menyewa mobil dari kota A tapi kembali di kota B, tanpa perlu kembali ke kota A. Bahkan memungkinkan juga untuk mengembalikan mobil di pulau yang berbeda. πŸ˜€

road-trip-nz

Road Trip di New Zealand

Fleksibel! Itu alasan utama kenapa saya merekomendasikan untuk menjajal road trip di New Zealand. Dengan banyaknya tempat-tempat indah yang terbentang di New Zealand, kalau kita mengendarai mobil sendiri sudah pasti kita bisa berhenti kapan saja di mana saja tergantung keinginan kita, tentunya di tempat yang aman ya. Kebayang kan, kalau misal naik bus umum begitu, kalau sedang melewati daerah dengan pemandangan luar biasa, kita cuma bisa teriak-teriak dalam hati, trus pas mau foto-foto, pas lagi nyiapin kamera, ehh.. sudah kelewat! Hehehe…

Capek? Enggak tuh. Pengalaman saya mengendarai mobil di sana ratusan kilometer sih tidak merasa capek yang gimana-gimana, kecuali pegel karena kebanyakan duduk. Toh, kalau sudah merasa pegel gitu, bisa berhenti sejenak untuk sekadar meluruskan badan atau foto-foto juga misalnya. Hehe… Eh iya, waktu trip ke New Zealand ini saya the one and only driver lho.., dalam arti tidak ada tandem untuk menyetir bergantian. Sudah begitu ketika itu saya bela-belain pilih mobil dengan transmisi manual, maap gak pengalaman sama mobil matic πŸ˜› Mungkin tidak merasakan capek karena meskipun menempuh perjalanan jauh, di sana nyaris gak pernah menginjak rem, jalanan relatif sepi cenderung kosong. πŸ˜€ *Kecuali kalau sudah di dalam kotanya ya..*

Sepanjang road trip di New Zealand kita akan sering menemui kota-kota kecil yang ternyata eksis di antara pegunungan atau bukit-bukit di New Zealand. Sebuah kota kecil yang terdiri dari rumah-rumah penduduk dengan toko-toko kecil di sepanjang jalan raya. Kadang terdapat sebuah stasiun pengisian bahan bakar kecil atau juga toko kecil menjual makanan-minuman. rasanya pengen bilang ke kantor untuk buka SPBU di sana, ntar saya yang jagain gitu

berhenti-di-small-town-di-NZ

Ini lagi berhenti numpang rehat dan buang air kecil di salah satu kota kecil yang kami lewati

rambu-kecepatan-masuk-kota

Rambu maksimal 80 km/jam, sudah mendekati pemukiman penduduk – Danau Tekapo

Saat mengendarai mobil membelah wilayah kota kecil tsb, sudah pasti kita harus menurunkan kecepatan hingga maksimal 50 km/jam. Rambu-rambu lalu lintas yang menunjukkan batas kecepatan sangat membantu kita memberitahukan apakah kita akan memasuki daerah kota atau tidak.

Kecepatan yang direkomendasikan maksimal adalah 100 km/jam. Beberapa kilometer sebelum memasuki wilayah kota kecil / pemukiman, akan ada rambu yang mengatur kecepatan maksimal adalah 80 km/jam. Setelahnya, ketika sudah benar-benar akan masuk ke wilayah kota akan ada rambu kecepatan maksimal adalah 50 km/jam. Begitu pula saat akan keluar dari kota, akan ada rambu berurutan mulai dari kapan kita diperbolehkan memacu mobil hinggal 80 km/jam, lanjut terus hingga rambu terakhir yaitu 100 km/jam, atau artinya tancap gas lagi! πŸ˜€ Terus begitu polanya. πŸ™‚

Setiap kali memasuki wilayah kota kecil di New Zealand, bayangan yang ada di kepala saya itu semacam small town ala-ala di film yang terdiri dari masyarakat yang mengenal satu sama lainnya, masih ada sherif-nya begitu, hahaha…

road-trip-di-new-zealand-2

Dengan road trip di New Zealand bisa berhenti kapan saja kita mau πŸ™‚

foto-foto-di-pinggir-jalan

termasuk untuk foto-foto di pinggir jalan… πŸ˜€


Rute Roadtrip

Di situs-situs penyedia informasi wisata New Zealand, banyak sekali terdapat informasi rute roadtrip yang bisa kita jadikan inspirasi. Lengkap dengan estimasi waktu roadtrip, berapa kilometer, berapa hari, semuanya aturable banget lah. Dengan keterbatasan waktu cuti yang ada, kami memutuskan untuk melakukan road trip di South Island, dengan rute berikut :

  • Christchurch – Lake Tekapo : jarak 200++ km dengan estimasi waktu 3-4 jam
  • Lake Tekapo – Lake Pukaki – Queenstown : jarak 250 km dengan  estimasi waktu 3-4 jam
  • Queenstown – Lake Te Anau : jarak 200 km dengan estimasi waktu 2 -3 jam
  • Lake Te Anau – Queenstown : sama seperti di atas

Kami menyewa mobil mulai dari Christchurch dan mengembalikan mobil di kota Queenstown karena jadwal perjalanan selanjutnya adalah terbang ke Wellington di North Island. Saat menyewa mobil, kami dijemput di bandara oleh pihak rental untuk diantar ke kantor rental yang lokasinya cukup dekat dengan bandara. Begitu pula ketika mengantarkan mobil di Queenstown, dari kantor rental mobil kami diantar ke bandara. Service-nya memang begitu, menyenangkan kan? πŸ™‚

road-trip-di-new-zealand

Jadi, apa sudah berencana untuk road-trip di New Zealand? πŸ˜€