Bisa dikatakan saya lumayan suka yang namanya wisata kuliner, tp bukan orang yang mau wisata kuliner dengan gampang untuk mencoba resto-resto asing. Bukan berarti tidak mau mencoba yang baru, tapi kalau untuk masakan yang terasa “asing” saya lebih baik pikir-pikir dulu. Asing maksudnya misal sengaja ke restoran masakan negara A, negara B, dsb. Kenapa?? Karena takutnya kalau sudah bayar mahal-mahal eh gak doyaan! :)) Beda kali ya kalo niat mencoba ke restoran baru yang masakannya memang sudah “jelas”. 😀

Little Baghdad, Kemang

Nah, kayanya ini menjadi debut pertama saya wisata kuliner ke resto yang jenis masakannya gak ada bayangan sama sekali sebelumnya. Memang sudah niat ber-kuliner, syukur-syukur bisa doyan, kalau gak ya dipaksa dimakan. Hehehe… Melalui post ini pula saya secara resmi saya menambahkan kategori baru : “Culinary”. 🙂

Wisata kuliner kali ini, saya dan teman-teman (karena memang awalnya diajakin temen), mencoba masakan ala negeri dongeng 1001 malam alias Arab, yaitu Little Baghdad yang lokasinya ada di daerah Kemang, Jakarta. Waktu diajakin temen nyicip ke sini, gak ada angin gak ada hujan saya mau-mau aja, tapi pas hari H menuju ke Little Baghdad malah hujan badai di Jakarta. :))

teras atas little baghdad, kemang

Hari Minggu siang menjelang sore, kondisi Little Baghdad belum tidak terlalu ramai. Mungkin juga karena kondisi yang hujan cukup deras. Begitu naik ke lantai atas, bau semacam aroma-aroma terapi kali ya mulai menyambut. Kami memilih meja di bagian teras lantai atas. Dari lokasi sih lumayan nyaman meskipun menurut saya kurang meng-Arab, hanya seperti kafe kebanyakan. 😀 Gak tau juga kalau model resto di Arab sono memang kaya gitu.

Dari menunya sendiri, di sana terdiri dari dua macam menu, yang pertama tentu menu ala Arab dan satu lagi menu ala Western *tetep*. Kalau yang gak doyan menu Arab tentunya bisa milih menu Western dengan menu-menu khas seperti Hot Dog, Burger, dsb.

Untuk main course-nya saya memilih Mixed Kebab, Snow in Sahara untuk minumnya dan Banana Split sebagai dessert-nya. Sementara temen-temen ada yang memilih Lamb Kebuli + Curry, Kandahar, dsb. Mixed Kebab itu merupakan Kebab biasa tp daging campur dari Sapi, Kambing dan Ayam, masing-masing 1 tusuk. Minuman Snow in Sahara ini juga saya pikir seperti apaan, ternyata minuman berwarna putih berasa manis dengan buah cherry di tengah. Namanya spektakuler dah! 😀

Mixed Kebab

Mixed Kebab - 44,000 IDR

snow in sahara

Snow in Sahara - 21,000 IDR

Jadi gimana kesimpulannya? Saya sih cukup menikmati. Daging-daging dari Mixed Kebab yang saya pesan terasa empuk dan bumbunya terasa enak dan cocok di lidah. 🙂 Menu yang lain sih memang ada yang asem asin dsb, kalau kata temen yang memilih menu lain-lain, pilihan saya kali ini berasa paling “normal”. :))

banana split

Banana Split - 30,000 IDR

Yang jelas, dari pengalaman kuliner di Little Baghdad, yang belum kelaksana adalah nge-Shisha, itu tuh “rokok” ala Arab yang pake tabung gituan. Karena salah komunikasi, dipikir gak ada yg minat buat nge-Shisha. :hammer: Paling gak, sudah gak terlalu penasaran dengan kuliner Arab, target selanjutnya dari resto Arab adalah nge-Shisha! 😉

shisha

Shisha - littlebaghdad.com

Oh ya, satu lagi, selain harga-harga yang tertera di buku menu belum termasuk pajak 10%, ada juga biaya tambahan berupa Service Charge yang besarnya kalau dihitung-hitung sebesar 1% x total biaya x jumlah tamu. Untuk detail menu bisa ke web-nya langsung : http://www.littlebaghdad.com/