Melanjutkan post sebelumnya, hari pertama kami di Bukittinggi, sesaat setelah dapet hotel atau lebih tepat disebut penginapan dan menaruh barang, tanpa berlama lama kami langsung berjalan menuju Ngarai Sianok. Dari hotel di daerah Ahmad Yani menuju Ngarai Sianok bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 20-30 menitan. Yang pertama kami tuju adalah Taman Panorama, taman yang tepat berada di atas Ngarai dan menjadi semacam view point untuk melihat keindahan Ngarai Sianok dari atas.

Biaya masuk Taman Panorama adalah sebesar 5000 IDR / orang. Selain jadi view point, di taman Panorama ini juga terdapat Goa / Lobang Jepang yang bisa kita telusuri dan menembus ke jalanan di bawah bukit, bisa untuk menuju ke lembahnya Ngarai Sianok. Goa Jepang tsb ditutup pada pukul 17.30 WIB. Kalau malam dan kondisi gelap coba-coba masuk ke Goa Jepang itu kok kayanya creepy juga. hahaha..Β  :)) (kami sih tidak masuk ke Goa Jepang tsb, karena pertimbangan waktu juga)

Taman Wisata Panorama dan Lobang Jepang Bukittinggi

Taman Wisata Panorama dan Lobang Jepang Bukittinggi

Pemandangan Ngarai Sianok

Ngarai Sianok Top View – Taman Panorama

Pemandangan Ngarai Sianok

Ngarai Sianok Top View – Taman Panorama

Pemandangan Ngarai Sianok

Ngarai Sianok Top View – Taman Panorama

Pemandangan Ngarai Sianok

Pemandangan Ngarai Sianok dari View Point

Di taman Panorama ini kami menghabiskan waktu cukup lama hanya demi foto-foto dan menikmati pemandangan tentunya. Saya pikir mau mengambil gambar puluhan foto pun akan berasa kurang untuk bisa merekam menangkap semua keindahan alam si Ngarai Sianok. Watch it by urself! πŸ˜€ Tapi entah kenapa, selama beberapa hari di Bukittinggi dan sekitar, cuaca di sana pada siang hari tidak pernah bener-bener terang dan cerah. Berasa mendung sepanjang hari meskipun tidak sampai turun hujan.

Di taman Panorama, selain terdapat Goa Jepang, juga terdapat beberapa kios yang menjual souvenir ala Bukittinggi seperti kaos, lukisan, gantungan kunci dsb. Pada satu sudut taman Panorama ini kita juga bisa menjumpai monyet-monyet liar yang hidup di sekitar ngarai. Mereka sih nongkrong-nongkrong berharap diberi kacang / makanan.

monyet liar di Ngarai Sianok

Monyet-monyet liar di sekitar Ngarai, bayinya ucul!

lukisan jam gadang di Ngarai Sianok

Bisa banget beli lukisan Jam Gadang di sini! πŸ˜€

cat lukis di Ngarai Sianok

Karena terlalu gila foto di satu-dua spot, hari pertama itu kami tidak sempat untuk main-main hingga ke bagian bawah Ngarai Sianok. Oleh ibu-ibu yang berjualan di taman tsb, kami disarankan untuk β€œturun” ke lembah subuh-subuh besok paginya. Dan sesuai saran ibu tsb, pagi-pagi sekitar jam 6an kami berangkat dari hotel berjalan menuju Ngarai Sianok bagian bawah. Pemandangan ke arah Ngarai Sianok pada pagi hari bener-bener superb! Misty misty gimana gitu… πŸ˜€

pemandangan Ngarai Sianok dari kota di pagi hari

Pemandangan Ngarai Sianok dari kota di pagi hari (subuh)

Ngarai Sianok morning view

Pemandangan waktu pagi.. misty!

Pemandangan Ngarai Sianok saat pagi

Berasa seger bangett…

Selain terdapat pemandangan bagus, hawa dan udara yang sejuk, di lembah Ngarai Sianok ini lah terdapat β€œtembok China” ala Bukittinggi. Kami cuma sampai di bagian bawah saja, tidak mencoba naik hingga ke atas inget umur, karena kami cuma punya waktu yang tidak terlalu panjang. Jam 8 pagi kami sudah janjian dengan mobil charteran dan siap-siap untuk explore daerah lain di Sumatera Barat. πŸ˜€

Part 3 : Jam Gadang, Bukittinggi