Wisata Tana Toraja ini salah satu trip saya di Indonesia yang kayanya jadi salah satu trip paling efektif bin efisien dari sisi waktu yang pernah saya lakukan bersama travel mates *bangga* Ternyata, saya yang tinggal di Jakarta tetap bisa “menikmati” sebagian obyek wisata di Sulawesi Selatan pada weekend saja, tanpa cuti, yeay!! 😀 Bisa ke mana aja? Cekidot..

Kain-Motif-Toraja

Kain Motif Toraja – sudah beli sepotong dan sudah jadi baju! 😀

Itinerary Singkat

Berbekal tiket promo dari Air Asia seharga 300 ribuan Jakarta – Makassar PP, saya dan travel mates, total kami ber-8 berangkat dari Terminal 3 Soekarno Hatta pada Jumat malam, 20 September 2013 lalu. Penerbangan berangkat pukul 21.50 WIB dan ditempuh kurang lebih 2 jam, sehingga kami sampai di Makassar nyaris pukul 01.00 WITA (Sabtu dini hari).

Tujuan utama trip ini adalah ke Toraja. Karena sampai Makassar tengah malem begitu, otomatis tidak ada lagi transportasi umum untuk menuju Toraja. Hasil survey dan googling sebelumnya, bis umum yang melayani rute Makassar – Toraja melayani paling malam jam 22.00. Mau (sok) carter bis Damri Bandara (kebetulan ukuran bis-nya mini) harganya juga gak pas di kantong. *waktu trip saya ke Makassar yang ini, saya sempet nanya nomer kontak Damri Bandara Makassar, hahaha #niatpakebanget* Karena alasan itu lah makanya satu-satunya pilihan transportasi kami adalah carter mobil (plus driver).

  • Jumat malam, pulang kerja teng-go, langsung cuz ke bandara Soekarno-Hatta, penerbangan ke Makassar jam 21.50 WIB
  • Sabtu dini hari jam 01.00 WITA sampai ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar
  • Langsung berangkat ke Toraja menggunakan mobil carteran. Makassar ke Toraja ditempuh selama kurang lebih 6 jam
  • Sabtu pukul 7an sudah sampai di Toraja. Puter-puter ke beberapa obyek di Toraja sampai sore, pada pukul 20.00 naik bis malam dari Toraja untuk balik ke Makassar
  • Minggu subuh jam 5an sudah sampai Makassar, ke Pasar Pagi di Losari, Pulau / Pantai Kadingarengkeke, Samalona, dan jam 5an sore balik ke Bandara dan kembali ke Jakarta menggunakan penerbangan pukul 19.50 WITA
  • Senin pagi, kerja deh seperti biasa… hahaha… #penting
Ketekesu-Tana-Toraja

‘Foto Keluarga’ di Ketekesu, Toraja

Londa-Toraja-2

yang ini bukan ‘Foto Keluarga’ hahaha… (Londa, Toraja)

Toraja dan sekitar

Ada apa saja di Toraja? Ada banyak obyek wisata yang bisa dikunjungi di Toraja ini, meskipun kebanyakan obyek yang terkenal di sini gak jauh-jauh dari makam alias kuburan kuno. Selain makam-makam tradisional peninggalan leluhur, ada juga obyek wisata situs megalitikum di sini.

Pada Toraja 1D trip kali ini, saya dan rombongan ‘berhasil’ mampir ke beberapa obyek berikut (berurutan dari pagi hingga sore hari) :

  • Situs Megalitikum Rantekarasik – Toraja, tujuan pertama kami adalah ke situs megalitikum di daerah Rantekarasik. Bukan satu-satunya situs purbakala yang ada di Toraja, tp sengaja pilih ini karena pertimbangan 1 rute. Merupakan makam purba di Toraja di mana daerahnya berupa semacam lapangan luas tapi terdapat banyak batu-batu menjulang tinggi. Kalau dilihat dari penampakan batunya, memang sepertinya situs ini merupakan situs peninggalan jaman purba, permukaan  batunya sangat dramatis *halah* :))
Rantekarasik-Toraja-1

Situs Megalitikum Rantekarasik – Toraja

Rantekarasik-Toraja-2

Situs Megalitikum Rantekarasik – Toraja

  • Ketekesu, ke Toraja belum SAH sepertinya kalau belum mampir ke sini. Salah satu obyek yang selalu terbayang di otak kalau denger kata TORAJA. Pasti familiar lah ya dengan gambaran Ketekesu ini, yaitu rumah tradisional Toraja yang berjajar rapi di bagian kanan dan kiri saling berhadapan. Ketekesu ini memang merupakan desa wisata yang ada di Tana Toraja dan seringkali ada upacara adat istiadat yang diadakan di sini. Pada waktu kami ke sini, suasana sih sepi yang nyaris tak terlihat ada aktifitas apapun. 🙂
    *rumah adat Toraja itu disebut Tongkonan, hapalin ya! :D*
Ketekesu-Toraja

Desa adat Ketekesu – Toraja

  • Londa, satu lagi wisata kuburan tapi kali ini di Londa ada ‘atraksi’ masuk ke goa. Ada apa di dalam goa? Ya apalagi selain makam juga. Di bagian depan mulut goa, kita juga bisa melihat deretan tengkorak-tengkorak manusia. Cuma bingungnya, pada waktu di dalem goa, banyak sekali tengkorak plus batang rokok di sana. Entah sengaja diberi rokok atau gimana, mungkin ada yang bisa memberi info? 😀
Londa-Toraja

Londa, Toraja – tengkorak di mana-mana 😀

  • Tilanga, yang ini semacam obyek wisata kolam alami yang menurut mitos terdapat belut purba (disebut Masapi). Menghabiskan waktu kurang lebih selama 1 jam di sini, kami ga berhasil melihat si Masapi, entah masih ada atau tidak, tidak tau juga cara memancingnya keluar bagaimana. 😀 Jadi di sini lebih dihabiskan buat foto-foto aja. Kalau dari lokasinya sendiri memang mendukung banget disebut semacam kolam purba. Kayanya kalau malem gitu juga horror banget! Hahaha.. :))
Tilanga-Toraja

Tilanga, Toraja – Semacam kolam purba

  • Lemo, obyek wisata terakhir yang kami kunjungi di Toraja. Apalagi kalau bukan berupa makam lagi, hehehe. Tapi di Lemo ini bedanya adalah, banyaknya makam para bangsawan yang diletakkan di dinding bukit berjajar rapi. Makam-makam ini lah yang akhirnya menjadi hiasan di dinding bukit dan bisa memberikan keunikan tersendiri
Lemo-toraja

Lemo – Toraja, makam bangsawan yang disusun rapi di dinding bukit

Trip kami hari pertama di Toraja selesai sekitar pukul 3-4an sore. Setelah selesai makan siang menjelang sore, kami di-drop oleh mobil carteran di sebuah Masjid, numpang tidur, numpang cuci tangan kaki, dsb, yang jelas gak sampe hati untuk numpang mandi… susah air boo di sini! 😀 Sempet keliling-keliling area Toraja sambil menghabiskan waktu menunggu jadwal keberangkatan Bus malam untuk kembali ke kota Makassar, yaitu di jadwal jam 21.00 WITA. 🙂

next, melanjutkan trip di sekitar Makassar! 😀