Selain pertanyaan cuti yang dianggap unlimited, gara-gara penyakit traveling yang kambuh-kambuhan ini, seringkali saya dianggap horang kayah yang duitnya juga enggak habis-habis. Saya yakin, pasti banyak juga yang sering disirikin temennya begitu, ya kan, ya kan? Atau… jangan-jangan malah kita sendiri yang sering sirik sama temen yang doyan jalan? Hahaha.. Kalau ada yang bilang begitu ke saya, kalau sombongnya lagi gak kumat, saya sih lebih baik membalas dengan senyuman dan aminin saja ‘doa-doa’ mereka itu. Jangan ditanggapin serius, nanti malah disumpahin jadi kaya beneran lho! πŸ˜€

Trus salah mereka? Enggak koq, mereka yang ‘sirik’ itu enggak salah. Namanya manusia, pasti selalu melihat rumput tetangga lebih hijau kan? Mungkin mereka tidak tahu bagaimana kita menaikkan saturation warna supaya rumput yang gersang bisa terlihat hijau segar! #lha

traveling

source : knowrisk.com.au

OK, back to topic, bicara mengenai waktu, pasti sangat berhubungan dengan cuti alias jatah libur. Sebagai karyawan semua tentu kembali ke nasib aturan perusahaan masing-masing yah. Kalau sesuai dengan aturan pemerintah, sudah tentu dalam 1 tahun bekerja akan terdapat cuti selama 12 hari. Kantor kamu cutinya lebih dari 12 hari? Wah, selamat! Artinya jatah buat traveling-nya di atas rata-rata karyawan di Indonesia. Selain itu, tidak ada salahnya kita juga bisa mengoptimalkan weekend untuk traveling, tanpa perlu cuti. Pengalaman saya traveling paling jauh pada saat weekend itu adalah ke Makassar, sempat mampir Toraja juga! πŸ˜€ (posisi saya berangkat dari Jakarta).

Nah, berikutnya masalah duit yang dianggap gak habis-habis *amen*. Menurut saya kalau sudah bicara duit, semua tergantung prioritas masing-masing sih. Sampai sekarang saya merasa tidak masalah ke mana-mana masih setia ditemani oleh motor butut keluaran tahun 1996. Tetapi di satu sisi rasanya ada kepuasan tersendiri karena saya sudah pernah punya pengalaman nyetir di New Zealand πŸ˜€ . Ngerti kan maksudnya… Hehehe… (ini bukan pamer lho, sungguh.)

Tidak jarang saya mendengar kalimat bernada ‘iri’ keluar dari orang-orang kalau melihat ada rekannya yang traveling. Trus kalau ditanya kenapa tidak ikut-ikutan traveling, alasan utamanya adalah ‘duit dari mana’. Padahal dianya pegang gadget seharga tiket Jakarta – Amsterdam PP. Rasanya itu … GMZ alias Gemes! πŸ˜† Ironisnya, kadang malah ke Singapura saja belum pernah. Masa sih? Iya, ada. Jadi.., semua kembali ke prioritas masing-masing lah ya, enggak perlu saling menyalahkan *salim* πŸ™‚ Oh iya, jangan tanya kenapa di kalimat sebelumnya saya menyebutkan Singapura, kenapa bukan Jogja atau Bali, ya karena tiket ke Singapura dari Jakarta itu lebih murah daripada tiket ke Jogja atau Bali, hiks… πŸ˜†

Daripada sering buat update gadget, saya pilih duitnya buat investasi tiket pesawat, ke mana gitu kek.. #eeh #akumahgituorangnya

airplane-and-sunset

source : howtogeek.com

Ngomongin tentang tiket pesawat, penting gak penting, tapi menurut saya bisa mendapatkan tiket pesawat murah itu menjadi modal utama sebagai awal kita untuk traveling. Selain tiket pesawat murah, modal lainnya adalah modal nekat. Sesudah mendapatkan tiket pesawat dengan harga sesuai budget. baru deh pikir yang lainnya belakangan. πŸ˜€ Lalu, bagaimana sih cara mendapatkan tiket pesawat murah?

Berikut beberapa tips cara mendapatkan tiket pesawat murah berdasar pengalaman saya pribadi :


1. Social Media Maskapai

Jangan ragu untuk follow atau like akun social media milik maskapai-maskapai. Di jaman sekarang ini, informasi terbaru paling cepat disampaikan melalui social media, termasuk informasi promo-promo tiket pesawat. Malah ada beberapa maskapai melalui akun social medianya selalu memberi spoiler beberapa hari sebelum bahwa akan ada promo tiket pesawat. Kalau sudah ada informasi di awal, jelas kita bisa ancang-ancang terlebih dahulu mau ngincer tiket kapan ke mana.


2. Subscribe Email Newsletter Maskapai

Meskipun informasi paling cepat disebar melalui Social Media, email newsletter dari maskapai juga bisa menjadi salah satu channel informasi mengenai adanya promo tiket pesawat. Bedanya, melalui email newsletter informasinya bisa lebih komplit disajikan dalam satu halaman, tidak terbatas pada jumlah karakter di twitter misalnya.


3. Hindari Peak Season

Nah, terlepas ada tidaknya promo tiket pesawat, untuk mendapatkan tiket pesawat murah cobalah menghindari booking tiket di peak season atau musim liburan. Sudah menjadi rahasia umum, di masa-masa liburan harga tiket akan melambung tinggi. Contoh gampang adalah pada saat libur lebaran dan Natal – Tahun Baru, harga tiket bisa berlipat dari harga normal. Salah satu keuntungan traveling pada saat low season adalah kita bisa menikmati obyek wisata dengan lebih nyaman, tidak penuh sesak dengan wisatawan yang lain. πŸ™‚

crowded holiday

source : mmc-news.com


4. Hindari Weekend, Pilih Hari Kerja

Selain menghindari musim liburan, coba booking tiket di mana berangkat dan pulang di hari kerja, bukan weekend. Dengan memilih tanggal keberangkatan di hari kerja, tentu persaingan berburu tiket promo jadi lebih ringan. Beda cerita kalau kita hunting tiket di weekend, pasti saingannya banyak. Hehehe… Masalah book di hari kerja ini, tinggal pinter-pinter kita atur cuti yah!


5. Sendiri atau Dalam Group Kecil

Saat menggelar hajatan promo tiket pesawat, sudah tentu ada jumlah maksimal seat yang dipromo. Kalau kita berencana traveling dalam group, ketika berburu tiket promo usahakan maksimal berjumlah 5 orang untuk satu kali proses booking. Kenapa? Dengan adanya jumlah maksimal seat yang di-promo, apabila kita mencoba book untuk 5 orang, tapi ternyata jatah seat promo tinggal 3, ya sudah tentu proses book untuk 5 orang akan menggunakan harga normal. Lebih baik dibagi-bagi kan, 3 orang menggunakan harga promo, 2 orang lainnya harga normal. Setelah itu harga tiket ditanggung bersama deh, pasti juga lebih murah. Solo or Duo traveling? Wah, malah lebih gampang yah hunting-nya. πŸ˜€


6. Jangan Ragu Gunakan Beberapa Maskapai

Tidak ada salahnya kita menggunakan maskapai yang berbeda untuk penerbangan yang membutuhkan transit. Misal ke Eropa dengan transit di Kuala Lumpur terlebih dahulu. Dari Jakarta ke Kuala Lumpur menggunakan maskapai A, dari Kuala Lumpur ke Eropa menggunakan maskapai B. Kalau memang maskapai A menjual tiket lebih murah Jakarta-Kuala Lumpur, kenapa juga harus memaksakan harus tetap menggunakan maskapain B. Ya kan?? Selama jadwal penerbangan nyambung dan masih cukup nyaman bagi kita, hajar bleh..!


7. Gunakan Search Engine Penerbangan

Last but not least, jangan lupa kalau saat ini sudah ada search engine khusus untuk penerbangan. Situs mesin pencari khusus penerbangan ini akan sangat membantu kita dalam mencari tiket pesawat murah. Kenapa? Karena hanya dengan melalui 1 kali klik, kita bisa langsungΒ  mendapatkan hasil pencarian penerbangan dari berbagai macam situs reservasi online, tinggal diurutkan saja deh berdasar harga atau jam keberangkatan. Khusus untuk search engine penerbangan domestik bisa dicoba menggunakan iTiket.co.id.

Tinggal masukkan tujuan dan tanggal penerbangan, search, dan keluarlah hasil pencarian tiket pesawat yang diambil dari berbagai macam situs, baik itu situs resmi maskapai maupun situs travel lainnya. Pilih yang dikehendaki dan kita akan ‘diantarkan’ ke situs penjualnya. Ingat ya, iTiket.co.id merupakan search engine saja, jadi transaksinya dilakukan langsung ke situs maskapai resmi atau situs travel lainnya. Berguna banget kan search engine penerbangan begini untuk mempermudah meng-compare harga tiket? πŸ˜€

Tampilan Homepage iTiket.co.id

Tampilan Homepage iTiket.co.id

Jadi…. Salah satu ‘rahasia’ bisa sering traveling itu bukan masalah punya duit banyak atau enggak kan? Butuh duit itu jelas lah ya, namanya juga mau melancong, tapi pinter-pinter kita cari tiket pesawat murah itu sudah jadi modal awal untuk traveling. Beli tiket dulu di waktu yang sudah ditentukan, kebutuhan lainnya nanti dipikir belakangan. Hahaha… Mungkin tips dari saya secara garis besar ada di 7 poin di atas, atau mungkin ada yang mau menambahkan? πŸ˜‰

Happy Traveling!!